Foto: Denny Herliyanso
Telp: (021) 29201125.
Jam buka: 11.00 WIB - 01.00 WIB.
Harga*): Rp30.000–Rp135.000 (Harga sudah termasuk pajak 17%)
Suasana: Bar Kasual.
Istilah cinta mati menjelaskan perasaan chef Andy Ho pada kuliner Jepang. Kariernya dimulai sejak 19 tahun, di sebuah restoran Jepang di Jakarta, disambung 13 tahun bekerja di beberapa restoran Jepang di Amerika. Ini termasuk 4 tahun di Morimoto, Philadelphia, restoran milik juara Iron Chef, Masaharu Morimoto.
Ia lekas menandai kedatangannya di Indonesia dengan membuka Gyoza Bar bersama sahabatnya, chef Sambas, Corporate Chef Midtown Group. Mengusung gaya Japanese fusion, Andy menjadikan gyoza sebagai primadona. “Karena seperti sushi, jajanan khas Jepang ini bisa dikreasikan tanpa batas,” jelasnya.
Berbagai menu donburi siap menjadi pemuas bagi yang belum merasa kenyang. Walau Chicken Karage Don adalah all-time favourite, jangan ragu untuk mencoba yang pedas, Sambal Matah Ika Karaage Don. Semangkuknya berisi buttered rice dengan kerenyahan cumi goreng tepung dan sentilan pedas sambal matah. Yummy!
Coba pula sake yang telah disiapkan Andy sebagai teman makan gyoza. Ada Nigori sake, salah satu yang unik di antara banyaknya jenis sake. Warnanya keruh dikarenakan sake ini masih menyimpan endapan beras dari proses penyulingannya, berbeda dari sake jernih. Tersedia juga racikan cocktail dan mocktail menarik, seperti Orenji Cinnamon, yang berhasil memadukan kesegaran jeruk dan manisnya aroma kayu manis.
Andy mencoba membuat sendiri semua komponen dalam sajiannya, tak terkecuali kulit gyoza. Ajaran yang diambilnya dari pada guru-guru di restoran Jepang tempatnya mencari inspirasi. (f)
Baca juga:
Kolaborasi Dua Budaya Jepang dan Peru hadir di Restoran Ini!
Inspirasi Jepang yang Tak Ada Habisnya di Kamakura
Omakase dari Chef Hamamoto
Topic
#rekomendasirestoran