Pintu dan jendela-jendela antik mempercantik eksterior restoran Kedai Sirih Merah. Bagian dalam dari bangunan lama ini dihiasi lukisan dan keramik Tionghoa. Cermin gebyok yang dipajang menyiratkan kedekatan sang pemilik dengan budaya Jawa. Musik keroncong mengalun yang sepanjang waktu memperkental suasana lawas di restoran peranakan yang kerap disambangi oleh tamu ekpatriat asal Jepang ini.
Ada lumpia Semarang dan Lontong Cap Go Meh yang begitu ikonis.Di sini, Anda bisa menikmati Ayam Sioh yang sudah jarang ditemui. Ayam yang dibumbui kecap manis, tamarinda, dan ketumbar. Hidangan peranakan lainnya adalah Baso Pengantin, Ngo Hiong, Ayam Goreng Kluwek, dan Laksa Penang. Cumi Cah Jagung Muda kerap dipesan karena kesederhanaan bumbu yang menonjolkan rasa gurih dan aroma saus tiram di dalamnya.
Gurihnya belacan bisa Anda rasakan di dalam Baby Buncis Bumbu Belacan. “Agar lebih terasa cita rasa peranakannya, belacan dikirim dari Malaysia. Rasa dan aromanya tak tergantikan,” ujar Siska Leonita, General Manager Kedai Sirih Merah. Kedai Sirih Merah memperkenalkan Ikan Bakar Pecah Kulit. Ikan laut berkulit garing ini dibaluri bumbu parape khas Makasar dan dibakar hingga kulitnya meretak. Ikan ini ditemani sambal dabu-dabu dan sambal kecap.
Sebagai penyegar setelah makan hidangan berbumbu, coba Es Sirih Merah. Es serut yang menggunung ini dimeriahkan dengan manisan mangga muda, sirop, dan cincau. Ditambah dengan kucuran air jeruk lemon segar, sukses menyeimbangkan rasa manisnya. Tempat yang baru dibuka Desember lalu ini terasa cocok bagi Anda yang ingin membawa orang tua untuk bernostalgia melalui makanan. (f)
Alamat: Jl. Taman Kebon Sirih I/No.5, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Telp: (021) 3911227. Jam buka: 10.00-22.00 WIB. Harga: Rp18.000-Rp145.000 (belum termasuk pajak 10% dan service charge 5%). Suasana: Rumah klasik dengan ruang tengah terbuka.