Fashion Trend
Refleksi Diri Yosafat Dwi Kurniawan untuk Koleksi di Senayan City Fashion Nation 2026

30 Sep 2026

Material lebih ramah lingkungan dalam siluet leluasa ala resort wear, termasuk syal dengan lukisan cat air karya Jerome Jonathan di pinggang topless model. Foto: Dok. Yosafat Dwi Kurniawan


Seperti apa gaya pria yang ingin melarikan diri sejenak dari rutinitas, kegundahan atau bertualang dalam escapism pribadi?

Para pria berbalut koleksi bertajuk Elsewhere karya Yosafat Dwi Kurniawan yang hadir di Senayan City Fashion Nation XX pada 25 September lalu mungkin salah satu bentuknya. 

Koleksi menswear dalam mood kental resort wear ini adalah resonansi dari keinginannya untuk bertualang dalam escapism setelah 15 tahun berkarya di industri fashion Tanah Air. 

“Koleksi ini merupakan refleksi diri,” ujar sang desainer, yang mengaku bahwa koleksi busana pria selalu terasa personal, sehingga kerap berlapis dan rumit seperti kepribadiannya.

Dalam konferensi pers bersama Senayan City beberapa hari sebelum show, Yos, panggilan akrabnya, juga mengatakan bahwa show kali ini adalah pencapaian tersendiri sejak ia bisa tampil di panggung Fashion Nation.

Elsewhere—yang tampil dalam show New Mode (bersama DDrue, Studio Vian Heritage, dan Dibba)—terinspirasi film Arisan! 2, yang menceritakan sekumpulan sahabat kaum metropolis saar berlibur ke pulau terpencil untuk menenangkan diri mereka setelah diguncang berbagai masalah.

Film tahun 2011 itu terasa nyata bagi Yos. “Saya merasa terhubung dengan karakter-karakter di film ini, terutama pada usia saya saat ini,” kata Yos, mengutip rilis pers.

Yosafat Dwi Kurniawan mengaku jauh lebih matang dalam berkarya dibandingkan debutnya di Fashion Nation tahun 2012. Foto: Dok. Yosafat Dwi Kurniawan

“Di usia saya sekarang, saya kian sadar akan perkembangan politik, hubungan percintaan dan pertemanan pun semakin kompleks. Usia saya saat ini juga menjadi usia pencarian makna dan tujuan hidup,” katanya lagi.

Meski narasi di balik koleksi ini cukup berat, para penonton show Elsewhere justru merasakan hasil akhir dari escapism itu: Koleksi yang segar, berdaya pakai tinggi, dan membangun imajinasi pemakainya untuk berkreasi.

Tak sedikit komentar terdengar di kiri-kanan Femina ketika menyaksikan fashion show. “Koleksinya simpel dan bagus. Aku suka koleksinya,” kata suara di arah kanan. “Yos makin oke, nih, aku suka yang itu,” komentar lain datang dari arah kiri.

Advertisement
Koleksi menswear ini memang terlihat ringan dan nyaman, tapi tidak berantakan. Sebanyak 15 tampilan busana pria yang didominasi material lyocell dan viscose linen dipadukan material linen dan denim dalam warna-warna liburan di pantai. Pasir keemasan bertemu buih ombak putih di bawah langit biru, lalu terselip paduan warna netral seperti hitam dan putih. 

Koleksi ini menampilkan kemeja, kemeja tanpa lengan, jaket, syal, celana, celana pendek, dan tank top. 

Refleksi diri Yos tentunya tak ketinggalan menyodorkan craftsmanship khasnya.

Koleksi ini sarat dengan eksperimen Yos dalam mengolah material. Yos menampilkan teknik slashing (menyayat) yang diaplikasikan pada beberapa atasan dengan hasil memamerkan kulit yang mengintip di balik busana.

Bagi sang desainer, sejatinya resort wear itu menggabungkan sensualitas dan kenyamanan. Foto: Dok. Yosafat Dwi Kurniawan

Yos juga menghadirkan beberapa motif etnik geometris dalam bentuk payetan yang terinspirasi wastra bernuansa tribal penuh eksotisme dari berbagai destinasi wisata yang kaya akan sisi budaya—pengerjaan payet ini dilakukan dengan teknologi mutakhir yang presisi.

Ada pula teknik celup gradasi pada bahan lyocell, untuk mendapatkan efek debur ombak bertransisi jadi buih di tepi pantai.

Sementara itu, syal melayang bermotif lukisan cat air karya Jerome Jonathan yang turut ditampilkan tentu saja mencuri perhatian, karena diikat pada pinggang model berbadan atletis bertelanjang dada.
 
“Saya harap pesan saya disampaikan dengan baik—di kala saya diselimuti kegelisahan, saya menemukan pencerahan dengan traveling,” jelas Yos.

Fashion enthusiast pasti setuju—traveling adalah salah satu escapism terbaik, dan tampil gaya membuat petualangan tersebut makin bermakna. (f)

Baca juga:
Revolusi Easy Chic ala Yosafat Dwi Kurniawan
Yosafat Dwi Kurniawan Menembus Waktu Rayakan 15 Tahun Berkarya
Ketika Fashion Essential Menjadi Bentuk Cinta IFDC kepada Korban Gempa NTT

 

Zornia Harisantoso


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?