Motif bordir, permainan volume, detail sulam, hingga fabric manipulation saling melengkapi koleksi kali ini. Efek 3D ditampilkan melalui permainan penempatan manik pada material mewah yang menguarkan quiet luxury seperti organza, satin, tule, dan beludru.
Ada yang menggelitik perhatian karena sesuatu yang baru: Sapto Djojokartiko mengeksplorasi teknik jahit tindas (quilt). Rompi, rok, dan jaket bundar diperkaya detail ini. Siluet koleksi ini pun lebih lapang dan bervolume, seperti mantel dengan aksen kancing besar, rok kulit A-line, dan celana longgar.
Sapto Djojokartiko juga kembali mereplikasi motif-motif bordir lawasnya dalam berbagai struktur busana. Sedangkan eksplorasi rona musim gugur dihadirkan lewat biru permata, merah anggur, kuning rimpang kunyit, hijau jeruk nipis dan ungu lilac yang berpadu dengan palet warna khas Sapto Djojokartiko, seperti hitam, perak dan warna-warni tanah,
Foto: Dok. Sapto Djojokartiko
Selain koleksi Fall/Winter 2024, menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus Sapto Djojokartiko juga merilis koleksi terinspirasi warisan budaya Nusantara tak lekang waktu, Saptojo Heritage 2024 Limited Collection. Koleksi ini menampilkan appliqué dari motif baru Rikmadara, yaitu sulur kembang.
Baca juga:
Saat Warisan Budaya Indonesia Mengilhami Sapto Djojokartiko
Chris Martin Mengenakan Busana Koleksi SukkhaCitta
Kebaya Kala Kini, Selebrasi Hari Kebaya Nasional Melalui Lensa Sinematik
Zornia Harisantoso
Topic
#jenamalokal