Fashion Trend
Ketika Fashion Essential Menjadi Bentuk Cinta IFDC kepada Korban Gempa NTT

6 Sep 2026

Koleksi Didi Budiardjo diperagakan The Widiras
Koleksi Carmanita, Chossy Latu, Ghea Panggabean, dan Sebastian Gunawan
Koleksi Era Soekamto, Yongki Budisutisna, Denny Wirawan dan Liliana Lim
Diperagakan muses, koleksi Adeline Ester, Eddy Betty, dan Hian Tjen
Koleksi Ivan Gunawan, Rama Dauhan, Yosafat Dwi Kurniawan, Priyo Oktaviano
Diperagakan muses, koleksi Mel Ahyar, Danny Satriadi, dan Yogie Pratama
Koleksi Wilsen Willim, Andreas Odang, Eridani
Selalu ada ruang di dalam wardrobe kita untuk sehelai kemeja putih, salah satu fashion essential paling versatile yang tak lekang zaman.

Apalagi jika dengan memiliki kemeja putih baru kita bisa menolong saudara se-Tanah Air yang sedang mengalami bencana alam gempa di Flores, NTT.

Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) bersama Senayan City dan Cotton USA menghadirkan DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation, sebuah instalasi pop-up store berbasis kegiatan amal untuk membantu krisis kemanusiaan tersebut.

Koleksi kemeja putih dengan beragam detail cantik dan unik, seperti koleksi Ivan Gunawan dan Mel Ahyar. Foto: Dok. IFDC

Sejumlah 22 desainer member IFDC merilis kemeja maupun atasan berwarna putih yang dijual di bawah Rp2 juta secara terbatas di pop-up store tersebut. Hasil penjualan tersebut akan disalurkan kepada para korban Gempa NTT melalui Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB).

“Saya merasa punya tanggung jawab yang lebih besar untuk bisa memberikan dan membantu melalui apa yang saya miliki dan apa yang saya bisa lakukan,” jelas Eddy Betty tentang alasannya berpartisipasi, mewakili rekan-rekan desainer lainnya.

Berlokasi di Lower Ground Senayan City, Jakarta, instalasi ini memamerkan koleksi kemeja putih para desainer dalam konsep—sesuai nama instalasi—terinspirasi salah satu esensi awal karya setiap desainer: Kemeja putih.

Di balik setiap kemeja dan atasan putih yang dilansir, terdapat kreasi unik tiap desainer, yang menonjolkan DNA desain, keunggulan siluet, serta permainan teknik mereka.

Kemeja putih berbahan katun jadi primadona, seperti koleksi Eridani (kanan atas) dan Wilsen Willim (kiri bawah). Foto: Dok. IFDC

Advertisement
Seluruh koleksi kemeja putih Draft dari IFDC ini memakai bahan katun lembut dari Cotton USA yang nyaman, ringan namun tetap terjaga strukturnya saat dikenakan.

Pada pembukaan instalasi ini, para desainer mempresentasikan koleksi mereka, dipakai oleh para muses. Tiap muse tampil dengan styling personal masing-masing, yang bisa jadi inspirasi gaya dalam memadupadankan fashion essential ini.

Instalasi pop-up store Draft IFDC hadir hingga 30 September 2026, dan menjadi bagian dari pekan fashion di Senayan City, Fashion Nation, yang memasuki edisi ke-20.

Para desainer IFDC dan pendukung instalasi pop-up store Draft IFDC di acara pembukaan. Foto: Dok. IFDC

Jangan lupa intip koleksinya, karena kita bisa bergaya sekaligus beramal dengan kemeja dan atasan putih, yang sebagian besar uniseks itu.

Satu lagi, dari POV fashion enthusiast pencinta smart spending, inilah saatnya investasi gaya dengan koleksi desainer ternama dalam harga terjangkau. (f)

Baca juga:
Revolusi Easy Chic ala Yosafat Dwi Kurniawan
Batik Madura dan Eksplorasi Ivan Gunawan dalam Nusanova 2.0: Sekar Jagat
Penuh Gaya di Kelab Jazz Glamor Sebastian Gunawan Signature

 

Zornia Harisantoso


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?