Luna Maya jadi gong presentasi malam itu; Harry Halim yang bakal debut di projek akting pertamanya. Foto: Dok. House of Harry Halim
Beberapa minggu sebelum show digelar, ayah dari Harry Halim berpulang, yang tentunya berpengaruh pada persiapan. Bagi Harry Halim, show ini sebuah perjalanan kreativitas yang sangat emosional.
“Show ini jadi sesuatu yang sangat personal. Saya seperti making my own movie, dan memulai lembaran baru,” ujar Harry dalam konferensi pers menjelang fashion show, yang berlangsung di The Brickhall at FCC, Jakarta.
Terdiri atas dua babak emosional, Raihan Fahrizal, model Indonesia dengan karier internasional, membuka babak pertama yang menampilkan parade dunia monokromatis, dengan siluet tegas dan pameran tailoring mumpuni–jaket terstruktur khas Harry Halim dengan bahu dramatis, dipadukan celana lebar atau legging-cut pants berkontur.
Salah satu sorotan utama di babak ini adalah rok crinoline berbentuk sangkar, dibangun dari rangka sculptural hoop dan volume kubahnya bertemu dengan jaket tailoring yang jatuh membentuk gaun.
Jika umumnya rangka rok crinoline dilapisi renda bordir, kali ini rangka itu sepenuhnya dalam material tailoring hitam solid, mengubah crinoline jadi ekspresi arsitektural yang tegas tanpa kompromi.
<