Rabu 15 Maret 2017, mereka berbagi panggung pada pekan mode Virgin Australia Melbourne Fashion Festival (VAMFF), yang dipersembahkan oleh department perdagangan dan investasi Victoria. VAMFF 2017 ini adalah bentuk kemitraan antara JFW dan The Australia-Indonesia Center (AIC). Bentuk kemitraan ini tidak hanya untuk memperkuat kerjasama fashion antara Australia dan Indonesia, namun juga untuk memperkenalkan perancang busana Indonesia ke pasar Australia.
I.K.Y.K membuka pergelaran dengan 22 koleksi bertajuk Bumi. Pemilihan palet warna hitam, abu-abu, hijau, coklat, biru tua, putih, dan plaid (kotak-kotak) sebagai paduannya, merupakan wujud inspirasi dari tanah, air, dan udara. Material wool juga digunakan Putri sebagai bahan utama untuk menciptakan tampilan musim gugur dan dingin, agar sesuai dengan target market di Australia.
Lain halnya dengan Peggy Hartanto. Walau sama-sama menampilkan busana kontemporer, Peggy tetap memegang akarnya dalam menciptakan koleksi gaun dekonstruktif dengan garis detail feminin dan detail cut-out seksi. Pada pagelaran mode di VAMF yang digelar di Melbourne Australia ini, ia mengangkat tema Circus.
“Yang beda, jika biasanya kita membuat evening wear, kali ini kita membuat casual wear yang lebih sederhana, supaya lebih banyak market yang bisa kami jangkau,” papar Peggy Hartanto seusai shownya di VAMFF.
Ia menghadirkan 20 koleksi dengan palet warna hitam, navy, beige, hijau, serta sentuhan warna neon oranye yang menjadi highlight busana tersebut. Detail pita, draperi, dan asimetris yang ditampilkan pada karya Peggy juga tampak edgy, dan menawan. (f)
Baca Juga:
- Novita Yunus Tampil di Amazon India Fashion Week 2017
- A Style For Every Story, Pergelaran Mode 8 Desainer Bali
- Unjuk Gaya Desainer Lokal Jepang, Ada Gaya Hijab
Topic
#fashionweek