Fashion Trend
Flexing Fleksibilitas Gaya di Koleksi Elima di Senayan City Fashion Nation XX

27 Sep 2026

Warna klasik dengan aksentuasi, yang tak ribet untuk ganti suasana. Foto: Dok. Elima
Detail kancing pada setelan yang chic. Foto: Dok. Elima
Detail elegan dan tampilan yang mudah dipadupadankan. Foto: Dok. Elima
Gaya sepulang kerja tetap seru, dengan sedikit transformasi. Foto: Dok. Elima
Koleksi ArtKea Stripes dan Lanivatti yang tampil di show SC Converge. Foto: Dok. Senayan City
Jika kamu dan circle ingin menghabiskan waktu sepulang kerja, tampilan seperti apa yang kamu inginkan?

Berubah drastis dari gaya kantoran? Dengan kata lain, apalagi kalau kamu tanpa kendaraan pribadi, membawa baju ganti yang mungkin tak praktis?

Fleksibilitas tampaknya jadi kuncian gaya para perempuan urban yang ingin lanjut menikmati malam untuk bersosialisasi, setelah seharian bekerja.

Kota Setelah Lima menampilkan sentuhan baru, detail payet, dan aksen kancing, selain logo mata dari Elima. Foto: Dok. Elima

Bagi ELIMA, fleksibilitas gaya versi tak harus ribet—seperti dipresentasikan jenama busana siap pakai perempuan urban ini di Senayan City Fashion Nation XX pada 21 September silam.

Dalam show bertajuk SC Converge itu (tampil bersama jenama ArtKea Stripes dan Lanivatti), Elima menyuguhkan opsi busana yang memudahkan pemakainya bertransformasi dari situasi profesional menjadi suasana sosial yang lebih kasual selepas jam kerja.

Mengutamakan konsep gaya urban yang mudah dipadupadankan, koleksi bertajuk Kota Setelah Lima itu menyajikan setelan celana, rok, kemeja, jaket, sentuhan bib dan rompi. Untuk berganti vibes, kamu tak perlu ribet—kancing tinggal dibuka, kemeja tinggal digulung.

Satu total look yang bisa berubah jadi beberapa gaya lain. Foto: Dok. Elima

Palet warnanya netral yang elegan—hitam, biru laut, krem, cokelat, hijau keabuan—dipadukan warna cerah seperti hijau terang dan biru elektrik.

Advertisement
Kancing pun disusun berbeda-beda menciptakan detail unik yang menambah kompleksitas desain koleksi berjumlah 22 tampilan ini.

“Kancing memang sudah menjadi salah satu ciri khas dari Elima,” jelas Natasya Mahidi, Co-Founder Elima.

Tim Elima, termasuk desainer Wilsen Willim, dan tiga dari lima pendiri, yaitu Fransisca Siregar, Natasya Mahidi, dan Nazli Basuki, di show SC Converge. Foto: Dok. Elima

“Kami suka mengeksplorasi berbagai bentuk, ukuran, material, sampai cara penggunaannya. Jadi bukan hanya sebagai elemen fungsional, tapi kancing juga menjadi bagian dari desain itu sendiri,” jelas Laila Azra, Co-Founder Elima, tentang kancing dalam koleksi Kota Setelah Lima, mengutip rilis pers.

Koleksi ini menggunakan berbagai material seperti linen, denim, suiting fabric, katun, satin, dan bahan berpayet yang jadi fokus baru di koleksi ini. Detail tepi unfinished juga menambah unik tampilan total.

Flexing fleksibilitas gaya bagi perempuan urban sepulang kerja tak harus rumit, seperti versi Elima. Praktis, ganti vibes, dan tetap stylish. (f)

Baca juga:
IFC Jakarta Tampilkan Parade Gaya di Senayan City Fashion Nation XX
Kekayaan Tenun Indonesia dalam Show Lungsara di Senayan City Fashion Nation XX
Koleksi Terbaru WOU Batik di Runway Senayan Fashion Nation XX



Zornia Harisantoso


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?