Fashion Trend
Debut Demi-Couture Wilsen Willim Menutup Plaza Indonesia Fashion Week 2025

12 Oct 2025

Monokromatis yang elegan dan mengolah siluet janggan. Foto: Dok. PIFW
Elegansi ala Asia yang dilengkapi detail intricate. Foto: Dok. PIFW
Tampilkan beragam sisi wanita dalam detail mewah. Foto: Dok. PIFW
Merah yang mengaksentuasi ketenangan klasik hitam-putih. Foto: Dok. PIFW
Tiga tampilan gong yang hadirkan detail lebih intricate. Foto: Dok. PIFW
Disempurnakan aksesori Subeng Klasik dan topi rajut Pale Object. Foto: Dok. Wilsen Willim
Menjadi show penutup Plaza Indonesia Fashion Week 2025 pada 5 Oktober lalu, Wilsen Willim menghadirkan koleksi istimewa: Debut koleksi demi-couture-nya.

Koleksi ini bisa disebut versi elevated dari lini ready-to-wear Wilsen Willim, yang dipercantik kain batik tulis debut rancangan rumah mode itu juga. Batik tulis warna hitam-putih itu, ada juga yang diberi aksentuasi merah, mengimplementasi batik peranakan kontemporer dengan sentuhan modern dan motif kincir angin khas Wilsen Willim.

Terinspirasi berbagai budaya di Asia, dipadukan batik tulis kontemporer. Foto: Dok. PIFW/Wilsen Willim

Rancangan busananya sendiri didominasi palet monokromatis dan merah, terinspirasi peleburan berbagai budaya di Asia (seperti Jawa, Tiongkok, India, Peranakan). Siluet khas rumah mode ini yang tegas namun mengalir jadi benang merah koleksi ini; contohnya kemeja putih yang menerapkan bentuk kelopak bunga.

Permainan payet, teknik tambal (patchwork), laser cut, draperi, lipit, dan sulaman jelujur mewarnai koleksi busana wanita dan pria. Koleksi busana wanitanya menunjukkan keberagaman seorang wanita; kadang feminin, anggun, namun juga bisa maskulin dan tangguh.

Eksplorasi material dilakukan Wilsen Willim, menggunakan suiting fabric, tulle, sutra organza, katun, serta bahan sutra dan katun untuk batik tulisnya.

Advertisement
Presentasi di runway cukup dramatis dengan penempatan aksesori yang mengundang imajinasi, kolaborasi dengan Subeng Klasik (dari giwang, bros hingga tusuk konde) dan topi rajut unik dari Pale Object. Beberapa aksesori berbentuk kincir angin dirancang khusus oleh Subeng Klasik untuk Wilsen Willim dan akan dipasarkan secara terbatas.

Wilsen Willim dan koleksi debut demi-couture yang jadi show penutup PIFW 2025. Foto: Dok. PIFW/Wilsen Willim

Debut demi-couture ini bertajuk Napas, karena bagi sang desainer, napas berarti adanya kehidupan, dan setiap helaan napas menemani individu untuk bertumbuh.

Dan debut lini demi-couture ini pun jadi bentuk bertumbuhnya Wilsen Willim. Sementara rilisan batik tulisnya adalah wujud nyata Wilsen Willim dalam meremajakan dan mengembangan wastra Nusantara; hal yang telah jadi visi dan legasinya bagi generasi penerus dalam menjaga tradisi.

Baca juga:
Elima Merenda Cerita untuk Gaya Perempuan Urban Aktif
Garis Waktu Kesibukan Generasi Muda di Koleksi Dear Me Beauty x Wilsen Willim
Wilsen Willim Tampilkan Tenun Dayak Iban untuk Cita Tenun Indonesia di Fashion Nation XIX

 

Zornia Harisantoso


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?