Prisia memerankan Butet Manurung dalam Sokola Rimba, film yang disutradarai oleh RiriRiza. /Foto: MILES Films
“Kak Butet itu…tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Buat saya, dia sosok yang luar biasa. Bertemu lagi dengan dia kembali membangkitkan semangat bahwa jika berbuat baik, jangan setengah-setengah,” ungkap Prisia yang berniat mendirikan yayasan untuk penyandang gangguan jiwa.
Beginilah keseharian anak-anak Rimba di Bukit Dua Belas, Jambi./Foto: MILES FIlms
“Orang Rimba tidak mengenal kata ‘maaf’ dan ‘terima kasih’. Buat mereka untuk apa harus bilang ‘terima kasih’, karena hidup itu memang harus saling memberi. Kenapa harus ada kata ‘maaf’, karena kita tidak pernah menyakiti orang secara sengaja. Sedamai itu dan sebaik itulah mereka,” jelas Prisia, mengutip filosofi hidup orang Rimba di pedalaman hutan Bukit Dua Belas, Jambi.
“Hutan sudah mulai habis, sehingga sumber makanan mereka pun habis. Selama syuting di sana saya nyaris tidak bertemu beruang, yang dulu ada. Paling hanya berjumpa babi hutan, itu pun jarang, ungkapnya sedih. Prisia berharap, penetapan Bukit Dua Belas, Jambi sebagai Taman Nasional oleh pemerintah tidak membuat mengurangi kualitas hidup orang Rimba yang sejak lama ikut menjaga pelestarian dan harmonisasi alam di habitat hidup mereka. (f)
Baca juga:
Mengenal Keberagaman Indonesia Melalui Narasi 15 Tahun Sokola Rimba
15 Tahun Sokola Rimba Merayakan Keberagaman
Topic
#celebrity, #SokolaRimba, #LingkunganHidup, #prisianasution, #selebritas, #aktris