Celebrity
Sonam Kapoor Melawan Ketidakadilan

14 May 2016


Foto: ImageCollect

Tak hanya aktingnya yang ciamik, si cantik Sonam Kapoor (31) juga ‘vokal’ dalam menyuarakan persamaan gender yang masih dipandang sebelah mata di tanah kelahirannya, India. Baginya, isu ini harus dilawan demi kepentingan wanita di dunia.

Tahun lalu, filmnya, Prem Ratan Dhan Payo, memecahkan rekor baru di Bollywood menjadi film terlaris dengan total pendapatan 59 juta dolar AS. Tahun ini Sonam juga mengawali kariernya dengan manis. Melalui film Neerja, ia berhasil menyabet penghargaan Women Empowerment dalam ajang I Am Woman Awards. Tak mengherankan jika namanya kini bertengger dalam jajaran A-list Bollywood. Penghasilannya dari bermain dalam satu film bisa mencapai 2,1 juta dolar AS atau setara dengan Rp27,7 miliar!

Di balik suksesnya sebagai aktris, Sonam juga menjadi salah satu wanita yang gencar menyuarakan isu persamaan gender. Tak jarang, film dijadikannya sebagai media penyampaian, seperti pada film biopik terbarunya, Neerja, yang menceritakan kisah pramugari Neerja Bhanot saat mengatasi teroris yang membajak pesawatnya.

Sonam juga rajin menyoroti kedudukan wanita dalam profesi. Menurutnya, menjadi artis terkenal tak berbeda dengan wanita pada umumnya. Sonam melihat masih banyak ketidakadilan gender di  dalamnya, termasuk dalam hal pembayaran aktor yang selalu lebih tinggi dibanding aktris.
Advertisement

Menurut kakak dari aktor Harshvardhan Kapoor ini, menjadi feminis bukan sekadar mengerti tentang pria dan wanita, tapi juga bagaimana bisa menjadi diri sendiri, tidak takut, dan mampu  mempertahankan apa yang Anda anggap benar.

“Butuh perjuangan untuk bisa mendapat bayaran yang sama, dan peran yang sama. Mereka komplain ketika saya meminta pembayaran yang adil. Namun, jika Anda merasa pantas mendapatkan sesuatu, berjuanglah untuk mendapatkannya. Dan, cara terbaik untuk berjuang adalah dengan tidak melakukan hal itu. Jadi, jangan bekerja untuk orang-orang yang tidak mau  membayar Anda dengan cukup,” tegasnya.

Meski  suara  lantangnya  kerap  dipandang sinis oleh sebagian orang, Sonam tak pernah mengubah cara pandangnya. Baginya, isu ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tapi harus dilawan  demi kepentingan wanita di dunia.

“Penting untuk menjadi diri sendiri. Tiap orang harus mengikuti hati mereka dan membentuk pendapat sendiri. Saya  berharap bisa menjadi inspirasi bagi wanita lain untuk berbicara mengenai  keberatan mereka dan membuat suara mereka didengar. Inilah yang disebut kebebasan, mampu menjadi diri Anda, dan katakan apa yang Anda inginkan,” katanya, semangat. (f)
 


Topic

#Bollywood

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?