ANTI ROMANTIS
“Kami ketemu pertama kali waktu syuting FTV di Yogyakarta. Jadi cinta lokasi, gitu. Waktu itu saya baru putus tiga hari dan dia juga baru putus satu bulan,” cerita Ringgo, tentang pertemuan pertamanya dengan sang istri.
Pembawaan Sabai yang cuek mulai menggelitik rasa penasaran Ringgo terhadap gadis berdarah Jerman-Padang ini. “Gaya sembarangannya itu yang saya suka. Enggak suka pakai high heels dan make up, senangnya pakai celana pendek dan sepatu boot. Ke mana-mana nyetir mobil manual. Kayaknya gagah perkasa,” katanya, tersenyum.
Di luar itu, keduanya ternyata sama-sama penggemar berat almarhum David Bowie dan senang traveling ke daerah pantai. Kesamaan ini pula yang makin mendekatkan mereka, dan menumbuhkan benih-benih cinta di hati Ringgo dan Sabai. Meski begitu, hubungan mereka berjalan tanpa status pacaran. “Enggak pernah ada kata jadian. Cuma dekat begitu saja,” kata Ringgo. Sabai yang duduk di sebelahnya mengangguk setuju.
Setelah perkenalan pertama di tahun 2011 dan menjalani hubungan yang sempat on off, pada tahun 2013 Ringgo langsung mengajak Sabai menikah. Lucunya, pasangan ini mengaku tak ingat dengan pasti bagaimana momen penting dalam hubungan mereka itu terjadi. Satu hal yang diingat Ringgo, saat itu ia tengah berada di lokasi syuting film di Kaki Gunung Rinjani. “Saya tahu, saya cocok sama dia. Cuma karakter wanita seperti dia yang pas dengan hati saya,” ungkap pemain film Get Married ini.
Membuktikan keseriusannya untuk segera menikah, Ringgo menemui ibunda Sabai yang menetap di Bali. “Saya bertemu ibunya sendirian saja, tidak bersama Sabai. Waktu itu ibunya hanya menjawab singkat, ‘Kalau Tante terserah Sabai, apa yang bisa membuat dia bahagia saja,’” cerita Ringgo. Jawaban ibunda Sabai itu pun ia tanggapi dengan candaan. “Saya jawab saja kalau Sabai sudah pasti akan bahagia,” katanya, tertawa.
Tepat pada tanggal 7 Juni 2015, malam hari, pasangan ini menggelar resepsi pernikahan mereka di pinggir Pantai Kuta, Bali, dengan pesta yang didominasi warna putih. Sebelumnya, acara akad nikah nan khidmat juga berlangsung di lokasi yang sama. Ada sekitar 300 tamu undangan, terdiri dari keluarga dan teman dekat, yang turut menyaksikan kebahagiaan mereka.
“Menikah di Bali bukan karena kami berdua ingin menikah di pantai biar romantis, tapi karena pengantin wanita berasal dari Bali. Jadi, kami mengikuti keluarga wanita,” ungkap Ringgo.
Ada banyak cerita unik di balik pernikahan mereka. Seperti baju pengantin yang Ringgo kenakan di hari H, ternyata baru ia beli beberapa hari menjelang pernikahan. Pasalnya, ia tak nyaman dengan baju yang sudah dipesan sebelumnya.
Tidak seperti pasangan selebritas lain yang punya konsep matang untuk foto prewedding, pasangan ini justru tidak melakukannya. Foto-foto yang mereka pajang di pesta adalah koleksi foto mereka berdua selama ini.
“Waktu mencari foto-foto itu, kami baru sadar kalau ternyata selama ini kami jarang foto bersama. Susah sekali menemukan foto berduaan,” ungkap Sabai, tertawa. Memang, sama-sama memiliki hobi fotografi, mereka jadi lebih senang berada di balik kamera dan menjadikan pasangannya sebagai objek foto.
Setelah menikah, tak banyak yang berubah dalam kehidupan keduanya. Termasuk soal prinsip mereka yang tak perlu menjadi romantis untuk soal cinta. “Buat saya, romantis itu cukup di film saja. Jangan menjadi romantis tapi dibuat-buat. Lebih baik saya membuat hal-hal yang menyenangkan bersama orang yang kita sayangi,” kata Ringgo, mantap.
FAUNDA LISWIJAYANTI
FOTO: BOBO FIRMANSYAH