Kekuatan wanita Aceh sebagai penyintas konflik dan tsunami, hingga memanfaatkan teknologi informasi untuk berbisnis jadi bahasan di acara ini. Namun sesungguhnya, di balik itu Suara Hati Foundation bertujuan mendorong wanita Aceh untuk berkarya, sehingga dapat mandiri secara ekonomi, dan diharapkan jadi kekuatan untuk menghentikan kekerasan terhadap wanita.
"Sudah lama saya ingin berbuat sesuatu untuk wanita di Aceh, seperti pesan almarhum ayah saya. Saya sengaja memilih waktu yang berdekatan dengan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, yang berlangsung dari akhir November hingga awal Desember," ujar ibu dari satu putri ini.
Dalam acara ini ia juga menyanyikan lagu berjudul Suara Hati yang diciptakan Mia Ismi. Seperti judulnya, lirik lagunya dirangkai secara puitis untuk mewakili wanita yang tak ingin disakiti.
Lebih lanjut, wanita yang juga ikut berperan dalam film Kartini ini bilang, ia tidak mau acara ini sekadar seremonial, yang sifatnya sesaat. Ia ingin memberi dampak positif yang lebih mengena. Perempuan Berkarya dirancang sebagai program-program berkelanjutan untuk membantu memberdayakan wanita Aceh. Ini baru permulaan, perjalanan masih panjang.
Kegiatan Perempuan Berkarya adalah kali ketiga Suara Hati Foundation melakukan kampanye, setelah pada tahun 2015 dan 2016 menggulirkan rangkaian kampanye Suara Hati dan Suara Hati Lelaki di beberapa kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Surabaya, dan Makasar.
Program Perempuan Berkarya ingin mempertemukan wanita wirausaha dan calon wirausaha dan menjadi ajang berbagi pengalaman, pengetahuan dan wawasan, serta memberikan inspirasi.
"Setelah di Aceh saya juga ingin melanjutkan program ini di daerah lain di Indonesia. Saya rasa masih banyak wanita lain yang memerlukan bantuan seperti ini." (f)
Baca juga:
Nova Eliza Garap Film Dokumenter untuk Pejuang Aceh
Kampanye Nova Eliza Untuk Wanita Korban Kekerasan
Topic
#NovaEliza, #Aceh