Foto: Dok. Femina
“Dua tahun lalu saya datang ke Aceh untuk mendekati dan berkenalan dengan mereka. Kini saya tergerak untuk mendokumentasikan kisah kekerasan yang pernah mereka alami akibat konflik di masa lalu,” ucap sutradara sekaligus produser eksekutif di film yang belum ditentukan judulnya itu.
Berlokasi di Pidie, Aceh, Nova menggarap film dokumenter itu persis di lokasi yang menjadi tempat para korban dianiaya. Dengan terjun langsung ke lapangan, ibu dari Naima Malinka ini ternyata mendapat kesempatan untuk berbicara langsung dengan panglima GAM wilayah Aceh.
Nova berharap film ini bisa membuka mata hati banyak orang bahwa sosok-sosok wanita ini masih ada dan memiliki masa lalu yang kelam. Hidup mereka membutuhkan bantuan. “Paling tidak dalam perbaikan ekonomi karena kondisi mereka sangat memprihatinkan. Jangan lupakan mereka!” tambahnya, bersemangat. (f)
Baca juga:
Kelly Tandiono, Lebih Suka Akting Dibandingkan Modelling
Kezia Warouw, Deg-Degan Mendekati Momen Terakhir Sebagai Puteri Indonesia
Julie Estelle, Akrab dengan Luka dan Memar
Topic
#NovaEliza