Celebrity
Misi Devina Mahendriyani untuk Laut dan Terumbu

2 Dec 2016


Menghadapi Miss Scuba International yang digelar pada 8-20 November 2016 lalu, Devina Mahendriyani tidak setengah-tengah. Sebelum berangkat, ia mendapat pembekalan dari banyak pihak, salah satunya World Wide Fund (WWF) Indonesia tentang konservasi laut, perubahan iklim, dan underwater culture. Ia juga menyempurnakan teknik diving dipandu instruktur dari Yayasan Cinta Laut Indonesia.
 
“Saya juga mendapat bekal pengalaman dari Dayu Prastini Hatmanti, Miss Scuba International 2011. Dia memberi tahu saya tentang cara berinteraksi dengan finalis lain,” ungkapnya.
 
Ia mengaku sempat nervous saat bertemu dengan 15 finalis lain dari berbagai negara. “Beberapa sudah tergolong ahli dalam penanganan dan pengolahan sampah plastik, ada pula yang sudah memegang sertifikat instruktur diving. Sementara saya, baru 13 kali melakukan diving,” ujarnya.
 
Ia pun berusaha melawan ketakutan itu dan membangun kepercayaan diri. Ia mengakui, pengalaman mengikuti Wajah Femina menjadi bekalnya untuk berkompetisi.  “Lawan terbesar manusia adalah diri sendiri. Maka, saya harus melawan diri saya sendiri untuk bisa menaklukkan orang lain,” katanya, tegas.
 
Baginya,  tiap kompetisi bukan sekadar mencari kemenangan, tapi juga mencari pengalaman dan pelajaran. Bersama dengan finalis dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan, Filipina, dan Inggris, ia dibekali tentang cara menyusun kata-kata dan kalimat yang baik dalam mempromosikan kepedulian terhadap lingkungan. “Kami diajari tentang teknik mengajak orang agar ikut serta dalam visi dan misi yang kita jalankan,” kata wanita berdarah Jawa-Sunda ini, senang.
Advertisement
 
Selama 2 hari, mereka juga mendapat pembekalan dari WWF Malaysia tentang isu konservasi besar yang terfokus pada permasalahan penyu dan hiu yang sudah  makin langka. Berkat keaktifannya menyampaikan dan mendiskusikan berbagai masalah konservasi kelautan yang ada di Indonesia, para juri pun memberikan nilai tinggi pada Devina. Ia berhasil menempati urutan 5 besar.
 
Kini, dengan prestasi yang dimiliki, ia bertekad mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan buruk mengotori laut. Bersama komunitas Putri Selam Indonesia dan Yayasan Cinta Laut, ia telah menyusun agenda untuk mengunjungi berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang memiliki spot diving, untuk menyosialisasikan cara-cara yang tepat menjaga kelestarian lingkungan laut.
 
Tidak berhenti di situ, Devina mengatakan, meski kelak setelah tugasnya sebagai Duta Diving dan Duta Laut Indonesia 2016 berakhir, ia akan berusaha mewujudkan impian besarnya, yaitu menjadi arsitek dengan karya-karya yang ramah lingkungan. “Untuk mewujudkan itu, saya akan terus melatih diri dan belajar,” katanya, optimistis. (f)
 
Baca juga:
Patricia Gunawan Bintang Baru Asia yang Tetap Membumi
Pengalaman Bullying Ayu Gani: Mulai dari Dijuluki Kecoak Sampai Dilempari Botol
Artika Sari Devy & Whulandary Herman Dirikan Beauty Camp Pertama di Indonesia


Topic

#wajahfemina

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?