Foto: Instagram/@margotrobbie
Responsnya tersebut sempat membuat ia takut akan dituntut karena menimbulkan memar di wajah Leo. Lucunya, Martin dan Leo tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan justru memuji improvisasinya. “Mungkin saja, karier saya tidak akan sebaik saat ini, jika saya tidak melakukannya,” tambahnya, sambil tertawa.
Sebagai Harley Quinn di film Suicide Squad yang akan tayang tahun ini, Margot harus berpakaian sedikit lebih terbuka di depan layar. Selalu memakai celana superpendek dan kaus ketat sebenarnya membuat Margot merasa tak nyaman. Namun, ia berusaha untuk tetap menjalankan perannya dengan berpikiran positif. “Karakter ini mengenakan kostum yang cukup seksi untuk menunjukkan pribadi yang menyenangkan, sesuai ikon yang selama ini ditampilkan oleh DC Comics. Bukan agar orang memerhatikan bagian bokongnya,” tegas Margot. Hebatnya lagi, dalam aksinya ia tak pernah memakai peran pengganti untuk adegan laga atau akrobatik.
David Yates (52), sutradara The Legend of Tarzan, mengakui bahwa alasan ia memilih Margot sebagai pemeran Jane Porter adalah karena Margot memiliki karakter yang mendekati karakter Jane. Terbukti, Margot bisa menjalani lakonnya dengan sangat baik, yaitu tegas, wanita modern yang kuat, dan tentu saja seksi. Mengenai totalitasnya dalam mendalami peran demi peran, ia berkomentar, “Tiap kali memainkan sebuah karakter, saya merasa harus meyakinkan diri sebagai tokoh tersebut dan berada dalam kondisi yang dikisahkan untuk bisa masuk ke dalam dunianya. Sehingga, penonton pun akan percaya bahwa saya bukanlah Margot Robbie, tetapi memang sudah bertransformasi menjadi tokoh tersebut.”
Atas segala kerja kerasnya demi menghasilkan peran yang berkualitas, Margot patut diacungi jempol. Ia rela melakukan apa saja demi menyuguhkan adegan yang klimaks di tiap film yang dimainkannya. “Pengorbanan memang harus dilakukan, meskipun saya tidak menginginkannya. Semua demi seni peran yang berkualitas,” tegasnya. (f)
Topic
#MargotRobbie