Kim Ji-young (diperankan oleh Jung Yoo-mi) adalah seorang wanita biasa. Film ini menceritakan apa yang dialaminya dan apa yang dipikirkannya sejak kecil hingga menjadi ibu. Seperti kebanyakan wanita di masyarakat Korea yang sangat patriarkat, ia mengalami pergulatan batin yang perlahan menggerogoti kehidupannya.
Seperti novelnya, film ini mencoba mengangkat isu feminisme di Korea Selatan. Saat awal produksi film ini sudah mengundang komentar negatif, tapi ini tidak membuat Gong Yoo mundur. Ia justru merasa ini adalah film yang seharusnya ditonton oleh orang tuanya, teman-teman seusianya, juga generasi yang lebih muda.
Ia sama sekali tidak ragu memutuskan bermain dalam film ini. Bahkan sejak menerima naskahnya, ia sudah hanyut dengan ceritanya. Gong Yoo yang terkenal dengan drama Goblin dan film Train to Busan itu pun merasa emosional. Membaca apa yang dirasakan tokoh Kim Ji-young, ia pun langsung teringat orang tuanya. "Saya langsung menelpon ibu dan berterima kasih," ujarnya saat promosi film yang tayang bulan ini Korea.
Isi feminisme dan isu kesetaraan gender memang semestinya disadari oleh siapa saja, baik pria maupun wanita.
/ Foto: Instagram @managementsoop
Film ini belum tentu tayang di Indonesia, tapi kabarnya novel Kim Ji-yong, Born in 1982 akan segera diterbitkan oleh salah satu penerbit besar di Indonesia. Seperti di Korea, di Indonesia feminisme kerap jadi isu yang diperdebatkan dengan berbagai sudut pandang.
Novel Kim Ji-young, Born in 1982 ditulis oleh Cho Nam-joo terbit Oktober 2016 ini. Bertema feminisme, novel ini sempat menjadi kontroversi, sampai-sampai yang membacanya pun ikut dihujat. Di luar itu, novel ini laris, bahkan terjual lebih dari satu juta buku. (f)
Baca Juga:
Sailing, Album Baru AKMU yang Menghanyutkan
6 Drama Korea Baru di Bulan Oktober
Ini Respons Gong Hyo-jin Saat Mendengar Rumor Gong Yoo Akan Menikah dengan Jung Yoo-mi
Topic
#koreancorner, #aktorkorea