Celebrity
Dalam 115 Tahun Perjalanan Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan, Bob Dylan adalah Musikus Pertama yang Mendapatkannya

14 Oct 2016


Foto: ImageCollect

Bob Dylan, musikus asal Amerika Serikat mendapatkan Penghargaan Nobel Prize untuk kategori kesusastraan. Hal ini mengejutkan banyak orang karena pria bernama asli Robert Allen Zimmerman ini bahkan tidak dianggap sebagai seorang sastrawan. Lalu bagaimana ceritanya pria yang selain penyanyi juga penulis lagu ini bisa mendapatkan penghargaan bergengsi ini?
 
Sepak terjang Bob sebagai musikus tidak perlu diragukan lagi. Sepanjang karier bermusiknya selama sekitar 57 tahun, pria ini sudah menghasilkan 37 album dengan penjualan tidak kurang dari 120 juta kopi di seluruh dunia. Dia juga berhasil membawa pulang Grammy Awards 2006 untuk kategori Best Long Form Music Video berkat film dokumenter/biografinya, No Direction Home: Bob Dylan (2005) serta Academy Awards 2001 untuk kategori Best Music, Original Song karena soundtrack film Wonder Boys (2000).
 
Bukti lain dari hebatnya pria kelahiran 24 Mei 1941 ini adalah dia masuk dalam daftar Time 100: The Most Important People of the Century oleh majalah Time pada tahun 1999. Selain itu, Bob juga masuk daftar 100 Greatest Artists of All Time versi majalah Rolling Stone pada tahun 2011. Tidak ada yang mempertanyakan kualitas Bob untuk urusan musik.
 
Tapi apa yang membuatnya bisa mendapatkan penghargaan di bidang kesusastraan? Sebelum kita ikutan ribut memperdebatkan pantas atau tidaknya Bob mendapatkan penghargaan ini, mari kita tengok sedikit sejarah Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan.
 
Advertisement
Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan pertama kali diberikan pada tahun 1901. Itu berarti sudah 115 tahun penghargaan ini diberikan. Para sastrawan yang pernah memenangkan penghargaan ini di antaranya William Butler Yeats (penyair dan sastrawan asal Irlandia), Ernest Hemingway (penulis novel, cerpen, dan jurnalis asal Amerika Serikat), dan Albert Camus (filsuf dan penulis asal Prancis). Dalam sejarah belum pernah ada musikus yang mendapatkan Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan. Bob adalah musikus pertama yang bisa mencapai titik ini.
 
Di situs Nobel Prize disebutkan alasan Bob mendapatkan penghargaan ini adalah dia berhasil membuat puisi gaya baru dalam balutan tradisi musik Amerika. Sementara Sara Danius, The Permanent Secretary dari Swedish Academy (badan penyelenggara Penghargaan Nobel) menekankan bahwa apa yang dilakukan oleh Bob tidak berbeda dengan para penyair zaman dahulu.
 
“Kalau Anda menengok ke 2.500 tahun lalu, ada yang namanya Homer dan Sappho. Mereka menulis puisi dengan tujuan untuk dipertunjukkan, kadang-kadang mereka menggabungkannya dengan musik. Itu adalah hal sama yang dilakukan oleh Bob Dylan,” ucap Sara seperti dikutip dari The Wall Street Journal.
 
Lirik-lirik lagu yang dibuat Bob memang sudah lama dianggap memiliki kekuatan. Seorang kritikus karya sastra, Sir Christopher Bruce Ricks pernah menulis buku sebanyak 528 halaman berjudul, Dylan's Visions of Sin. Lewat buku tersebut Christopher menganalisa lirik-lirik lagu yang ditulis Bob dan berpendapat bahwa Bob adalah seorang penyair.
 
Bagaimana menurut Anda? Apakah Bob Dylan memang pantas mendapatkan Penghargaan Nobel untuk Kesusastraan? Share di kolom komentar, ya. (f)

Baca Juga:



Topic

#bobdylan

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?