Foto: Giles Keyte/ Universal Pictures
Colin pertama kali muncul sebagai Mark Darcy di Bridget Jones's Diary (2001). Siapa mengira, saat pertama kali ditawarkan peran itu, ternyata Colin sempat menolak. Dalam wawancara dengan CinemaBlend, ia mengatakan karakter Mark yang pendiam dan tampak arogan itu awalnya membuatnya bingung. “Tentu saya bisa memerankan itu, tapi karakternya, kok, tidak menarik!”
Tapi lalu ia berubah pikiran. “Ya, mungkin peran ini akan menyenangkan. Saya pikir-pikir lagi, ‘Saya ‘kan tidak harus tampil charming. Saya cukup tampil sebagai sosok yang berjarak dan tidak disukai,’” tambah Colin. Ia menganggap, karakter Mark Darcy yang nyaris tanpa emosi hanya topeng belaka. “Bagaimana kalau sebetulnya pria ini sangat passionate, hanya saja tidak pernah menunjukkannya.” Hal itu lalu jadi pertimbangan penting dalam upaya mendalami karakternya. Bagian dari karakter Mark Darcy yang tidak ia sukai justru membuat penampilannya banyak memukau penonton.
Foto: Giles Keyte/ Universal Pictures
Di film ketiga ini, para fans serial Bridget Jones sempat cemas kisah ini akan terasa berbeda tanpa karakter Daniel Cleaver (Hugh Grant). Ternyata awalnya Colin juga merasakan hal serupa. Tapi menurutnya, Renee berhasil mengusir rasa skeptisnya terhadap sekuel kisah Bridget Jones itu.
“Saya mulai optimistis pada sekuel ini saat melihat Renee sangat piawai menghidupkan karakter Bridget. Rasanya film ini akan baik-baik saja di pasar,” kata Colin dalam wawancara dengan The Independent.
Prediksi Colin ternyata tepat. Baru empat pekan tayang di bioskop-bioskop di Inggris, film itu telah menembus lima besar film dengan pendapatan kotor terbesar di 2016. Bridget Jones’s Baby mengantongi pendapatan sebesar 37,9 juta poundsterling atau sekitar Rp606,42 miliar, bersaing dengan Deadpool yang dirilis pada Februari lalu. (f)
Topic
#ColinFirth