Dinamika bisnis yang cepat membuat Gani tidak berhenti belajar. Terutama dalam hal pengelolaan keuangan. Ia banyak berkonsultasi dengan teman-teman bankir. Tak hanya dapat ilmu, dari rekan-rekannya ini ia bisa mendapat koneksi dengan investor.
Ia melengkapi bekal pengetahuan bisnis fashion dan PR fashion yang ia pelajari selama di London, Inggris, dengan melahap buku-buku bisnis. Salah satu favoritnya adalah buku yang mengulas perdagangan bursa saham.
Seperti halnya para pengusaha lain, bisnisnya tak lepas dari masalah. Ketika ia mulai memproduksi sepatu, ia ditipu oleh temannya sendiri. Ide desain produknya dicuri dan dijual dengan brand lain. Kejadian ini sempat membuatnya kecewa. Namun, hal ini tidak mengendurkan semangatnya. Sebaliknya, ada pelajaran penting yang didapatnya.
“Sebagai pebisnis saya harus siap bersaing, tapi dengan sehat,” tegas Gani yang menjalankan prinsip bisnis sehat dan selalu bersyukur. Ia yakin, melalui dua prinsip ini bisnisnya akan terus berkembang. Peluncuran website GANEGANI & CO pada Juni 2018 menjadi salah satu tahapan positif dari pengembangan bisnis barunya.
Dalam hal promosi, Gani dan timnya masih mengandalkan media sosial. Mereka juga berkolaborasi dengan para influencer dan e-commerce. Serta promosi offline dengan mengikuti bazar, seperti Land of Leisures Market Jogjakarta, Bonjour! di Surabaya, dan beberapa bazaar di Jakarta.
Kelak, setelah sudah merasa mampu, Gani berencana akan membuka toko sebagai tempat display agar konsumen dapat melihat secara langsung produk-produk GANEGANI & CO. Namun, sejauh ini ia masih fokus di digital saja yang lebih aksesibel bagi konsumen. (f)