Foto: Fotosearch
Saya resah karena harus meninggalkan si Sayang. Si Sayang tempat akar saya tertanam. Si Sayang yang membentuk saya hingga menjadi seperti sekarang. Si sayang yang memberikan saya kehidupan, kenyamanan, dan kemapanan. Si Sayang yang saya sayang. Meninggalkannya membuat hati saya patah. Saya sedih.
Selain itu, saya percaya bahwa Tuhan tidak pernah mengecewakan saya. Dia tidak mungkin menempatkan saya pada posisi meninggalkan si Sayang jika bukan karena itu yang terbaik untuk saya. Tuhan itu baik! Kepercayaan saya kepadaNya adalah sumber kekuatan saya ketika saya harus membuat keputusan ini.
Sayang, we may separated by distance but never in heart. So, this is not goodbye but see you again. Please smile for me from the other side. :) (f)
Baca Blog Saya Sebelumnya:
- Cinta Saya 100%, Bukan 89%
- Antara Goblin, Patah Hati, dan Hilang Ingatan
- Justin Bieber, Selena Gomez, dan Susah Move On
Topic
#blogeditor