Foto: 123RF
Park Do-kyung mengatakan tersebut karena sebelumnya Oh Hae-young beranggapan bahwa cinta mereka berat sebelah. Bagi Oh Hae-young, dia telah memberikan cintanya 100% kepada Park Do-kyung sementara Park Do-kyung hanya mencintainya 89%.
Sebagai wanita, tidak salah bila Oh Hae-young beranggapan demikian karena di drama ini diceritakan bahwa dialah yang pertama suka dengan Park Do-kyung. Dia juga yang melakukan berbagai cara agar Park Do-kyung mau berhubungan dengannya. Bahkan ketika Park Do-kyung tidak mengakui perasaannya, Oh Hae-young pantang menyerah.
Saya tidak tahu jawabannya karena tiap pasangan pasti memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Namun saya setuju bila dalam hubungan percintaan ada pihak yang kelihatan lebih mencintai pihak lainnya. Kenapa saya bilang kelihatan? Karena apa yang terlihat belum tentu yang sebenarnya dirasakan. Namanya juga perasaan yang tidak bisa diukur secara pasti. Tidak seperti membeli telur dimana timbangannya bisa sangat akurat ¼, ½, atau 1 kilogram.
Contohnya seperti Park Do-kyung dan Oh Hae-young. Oh Hae-young merasa dia lebih mencintai karena selama ini dialah yang terus mengejar tanpa henti. Tapi yang Oh Hae-young lupa pertimbangkan adalah bagaimana Park Do-kyung berusaha keras untuk menahan perasaan cintanya kepada Oh Hae-young dan itu membuat dia sama menderitanya dengan pihak yang mengejar-ngejar cinta. Percayalah, menahan rasa cinta kadang jauh lebih berat daripada ditolak karena cinta.
Selain itu, tiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengekspresikan perasaan cintanya. Ketika sang pria tidak sering berkata "I love you" dengan mata berbinar-binar, tidak berarti cintanya kurang dari 100%. Yang perlu dilakukan adalah melihat lebih dalam dari apa yang bisa dilihat mata. (f)
Baca blog saya sebelumnya:
- Antara Goblin, Patah Hati, dan Hilang Ingatan
- Brad Pitt, Jennifer Aniston, dan Dia yang Datang Kembali
- Justin Bieber, Selena Gomez, dan Susah Move On
Topic
#blogeditor