Benarkah Indonesia Akan Sulit Berprestasi Di Basket, Voli Maupun Lari Sprint? Memandang Prestasi Olahraga Kita Dari Kacamata Antropologi Biologis
30 Aug 2018
Secara singkat, antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia, baik yang menyangkut aspek biologis maupun kulturalnya. Di sini tidak perlu heran bahwa semua hal yang menyangkut biologi dan aktivitas manusia bisa dianggap sebagai antropologi. Kondisi itu membawa konsekuensi, yakni apapun kajian tentang aspek-aspek manusia, maka antropologi dapat hadir.
Antropologi mempelajari manusia mulai dari tingkat genetis sampai morfologis bahkan aktivitasnya; dan dari masa lampaunya, bahkan pra-manusia, sampai variasinya saat ini.
Dalam tulisan pendek ini, saya akan mengajak pembaca untuk berkonsentrasi terhadap antropologi yang terkait dengan biologi manusia, walau di sana-sini tidak bisa mengabaikan secara tegas dengan antropologi yang terkait dengan kultural. Sebagai antropologi yang terkait dengan biologi manusia, maka yang dipelajari mulai dari asal-usul manusia, sejarah persebaran manusia di beragam wilayah bumi dan variasinya. Salah satu di antara subdisiplin antropologi biologis adalah antropologi olahraga.
Beberapa alinea berikut merupakan cuplikan di sana-sini dari tulisan saya, yang saya tulis untuk melengkapi buku biografi guru saya, Prof. Josef Glinka, SVD, yakni Prof. Dr. Habil Josef Glinka, SVD: Perintis Antropologi Ragawi di Indonesia. Antropologi olahraga adalah cabang atau subdisiplin dari antropologi biologis yang terkait upaya memahami aktivitas gerak atau olahraga dari variasi biologis manusia.
Prestasi olahraga dapat dicapai jika kita berpedoman bahwa badan manusia adalah sentralnya. Ukuran badan dan variabilitasnya memegang peran penting dalam aktivitas olahraga. Jadi sebenarnya menerapkan data antropometris (ukuran-ukuran badan manusia atau bagian-bagiannya) untuk olah raga. Pada badan itu dapat diperhatikan postur, mobilitas, kekuatan dan kelenturannya.
Ada olahraga yang mengutamakan kekuatan badan, misalnya angkat berat. Ada olahraga yang mengutamakan kecepatan mobilitas, misalnya lari. Ada olahraga yang mengutamakan kelenturan, misalnya senam. Bahkan boleh jadi ada olahraga yang mengutamakan postur, misalnya beberapa olahraga dalam kelompok olahraga permainan. Seringkali adalah semua itu dibutuhkan oleh atlet untuk mencapai prestasi sesuai dengan proporsi jenis pilihan cabang olahraganya.
Apa hubungan olahraga dengan jenis kelamin? Lanjutkan ke halaman berikut.
Topic
#asiangames2018, #indonesiajuara, #energyofasia