Foto: Indonesia Gastronomy Association
“Tumpeng adalah sebuah budaya dalam bentuk makanan yang menyimbolkan komunikasi spiritual masyarakat Jawa kepada Sang Pencipta,” ujar Putri Habibie, Youth President IGA, di tengah acara Afternoon Tea – Halal Bi Halal perkumpulan ini di Izzara Apartemen, di bilangan TB Simatupang, beberapa waktu lalu.
Nasi tumpeng sejatinya menyimpan filosofi atau falsafah yang mendalam.
Falsafah tumpeng adalah lambang gunungan yang bersifat awal dan akhir. Ini mencerminkan manifestasi simbol sifat alam dan manusia yang berawal dari Tuhan dan kembali lagi kepada Tuhan.
“Padahal, kebiasaan ini seakan memotong hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta,” tambah Putri. Sejatinya, tumpeng dikeruk mulai dari bagian bawah sambil memanjatkan doa kepada Tuhan.
Di samping menyosialisasikan pesan tersebut, IGA juga memberikan penghargaan kepada Retno Marsudi, Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, dan Sisca Soewitomo. Ketiga tokoh ini dinilai telah gencar mengangkat kuliner Indonesia. (f)
Baca juga:
Setetes Harapan Untuk Mereka yang Membutuhkan
Bisnis Sedotan Bambu yang Menjajikan dan Ramah Lingkungan
Topic
#tumpeng