Foto: Dok. P&G
Di Indonesia sendiri, daerah Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu area yang mana masyarakatnya kesulitan mendapatkan air bersih. Setiap harinya warga harus menghabiskan waktu 4 sampai 6 jam untuk mendapatkan air. Belum termasuk untuk memasak air tersebut demi menghilangkan bakteri agar lebih bersih dan aman untuk dikonsumsi.
Proses yang lama dalam mendapatkan air bersih telah banyak menyita waktu masyarakat untuk lebih produktif dalam berkegiatan setiap harinya. Sedangkan bagi anak-anak, mereka tak punya waktu yang cukup untuk belajar atau bermain bersama teman-teman, karena mereka harus membantu orang tua mencari air bersih dengan jarak berkilo-kilometer.
Wanita dan anak-anak perempuan di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, menghabiskan setidaknya enam jam setiap hari untuk mengumpulkan air, ini setara dengan 40 miliar jam setiap tahun dikeluarkan hanya untuk mendapatkan air yang aman untuk dikonsumsi.
"Padahal, waktu berharga yang mereka miliki ini dapat dimanfaatkan lebih baik lagi untuk bekerja bagi orang dewasa atau mengenyam pendidikan bagi anak-anak,” ujar Candra Dethan, Zonal Manager Eastern Zone ChildFund International, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berpusat membantu kesejahteraan anak-anak di daerah-daerah pelosok.
Mengatasi krisis air di berbagai pelosok tanah air, P&G yang menginisiasi program Childen Safe Drinking Water (CSDW) memberikan produk Purifier of Water berupa sachet yang berfungsi untuk menjernihkan air kotor menjadi air bersih, sehingga siap untuk dikonsumsi
Teknologi ini mudah digunakan; hanya dengan menggunakan ember, sendok, kain dan bubuk P&G Purifier of Water, para keluarga dapat memurnikan 10 liter air kotor, hanya dalam waktu 30 menit. Jumlah ini dianggap memadai untuk asupan air minum bagi lima orang dalam satu keluarga untuk satu hari.