BizNews
Tren Industri Hiburan di Tengah Era Virtual

29 Jan 2021


Foto: Freepik


Pemberlakukan social distancing hingga PSBB di masa pandemi COVID-19 membentuk gaya hidup baru di tengah masyarakat. Pakar marketing sekaligus Managing Partner Inventure, Yuswohady menyebut hal tersebut sebagai stay @ home lifestyle di mana kegiatan orang berfokus di dalam rumah. 

Namun, pembentukan stay @ home economy yang super cepat akibat wabah COVID-19, menurut Yuswohady telah memicu jatuhnya bagitu banyak bisnis dan industri di satu sisi. Tapi di sisi lain juga meroketnya bisnis dan industri lain. “Stay @ home business yang masuk kelompok pertama saya sebut: The Falls. Sementara kelompok kedua: The Rises,” jelas Yuswohady. 

Salah satu bisnis yang masuk dalam kelompok The Fall dengan risiko tinggi adalah Mice dan hiburan karena larangan untuk mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat. Kejadian ini memaksa para pemain MICE untuk go digital. Or die!

Beradaptasi dengan kondisi kenormalan baru, industri MICE berlomba-lomba memperbaiki user experience. Acara seminar, conference, concert, bahkan online exhibition digelar secara online. Membuka peluang untuk tumbuhnya platform virtual reality dan artificial reality

Hampir setahun pandemi berlangsung, pertumbuhan online event ini menunjukkan arah yang positif. Perusahaan teknologi manajemen event yang menjadi bagian dari Gojek, LOKET misalnya mencatat pertumbuhan luar biasa pada penyelenggaraan event online sepanjang 2020. 

Sejumlah Inovasi LOKET berhasil mendukung lebih dari 8.000 event creator dengan lebih 10.000 penyelenggaraan event online selama tahun 2020. Secara total, LOKET mencatat penjualan lebih dari 1,7 juta tiket dan memperoleh lebih dari 1 juta event goers baru. 

Puluhan ribuan event tersebut datang dari berbagai kategori, mulai dari festival dan konser musik, workshop dan seminar, event olahraga, hingga berbagai ajang konferensi.

“Menariknya kami juga melihat lahirnya beragam jenis event baru dan unik yang menarik antusiasme tinggi masyarakat, seperti event keuangan, memasak, kelas olahraga, hingga konferensi bisnis yang mencatatkan penjualan hingga ribuan tiket per event,” ungkap Tubagus Utama, Head of LOKET yang optimis akan muncul lebih banyak event creator baru yang menjadikan penyelenggaraan event sebagai ladang usaha yang cukup menjanjikan. 

Berikut tren industri hiburan di tengah era virtual sepanjang tahun 2020 versi LOKET: 

1/ MICE Jadi Tren Kelas Online Paling Diminati
Advertisement
Perubahan rutinitas harian yang kian menitikberatkan kegiatan online turut mendorong lahirnya berbagai jenis event MICE baru yang unik dan menarik. Tahun lalu, LOKET mencatat sebanyak lebih dari 600 ribu tiket terjual di kategori MICE yang melingkupi kelas keuangan, memasak, serta bisnis dan marketing. Data ini meningkat 200% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dengan lebih banyak waktu yang dihabiskan di rumah, masyarakat terdorong untuk mengikuti berbagai kelas online untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka di bidang tertentu. Dua event menarik yang mencatat antusiasme luar biasa dari masyarakat adalah kelas online soal saham dan memasak yang masing-masing mencapai lebih dari 8.000 tiket,” ungkap Tubagus.


2/ Pecinta Musik Padati Ruang Virtual
Pandemi nyatanya tak menghalangi para pecinta musik untuk bertemu dan bernyanyi bersama dengan idola mereka di panggung. Meskipun menggunakan ruang virtual, para musisi tetap bisa menghibur masyarakat lewat karya-karya terbaru mereka maupun sekadar bernyanyi bersama untuk menuntaskan kerinduan.


3/ Tiket Olahraga Virtual Terjual Cepat
Selain senam dan zumba, olahraga lari secara virtual kini menjadi tren di kalangan para pegiat olahraga di masa adaptasi baru. Event lari virtual bahkan berhasil menarik antusiasme lebih lebih dari 10 ribu pegiat olahraga. Rata-rata penjualan tiket pun terbilang cepat, yakni dengan durasi kurang dari satu minggu sejak event tampil di halaman Loket.com dan GoTix, platform tiket bagian dari LOKET.


4/ Bioskop Drive-In, Alternatif Hiburan Paling Diminati Masyarakat Urban  
Menikmati hiburan dengan menonton film di layar lebar memang tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup masyarakat urban. Adanya protokol kesehatan yang membatasi menonton film di bioskop turut mendorong drive-in cinema sebagai alternatif hiburan paling aman dan nyaman untuk menikmati tayangan film terbaru. LOKET mencatat sejak pandemi, sejumlah 155 judul telah diputar melalui drive-in cinema yang mendorong pada penjualan tiket hampir 8.000 hingga akhir tahun 2020. (f) 


Baca Juga: 
7 Perubahan Besar di 2021
Lakukan 10 Langkah Ini untuk Kehidupan yang Lebih Bahagia di Tahun 2021
5 Hobi Populer di Masa Pandemi yang Diprediksi Tetap Jadi Tren di Tahun 2021
 



Faunda Liswijayanti


Topic

#hiburan

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?