Permainan tradisional egrang membutuhkan ketrampilan fisik dan menantang.
Pertanyaan yang merupakan bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak ini sangat mendasar. Apalagi mengingat perkembangan teknologi telah banyak menggantikan porsi permainan tradisional dengan gawai. Peran orang tua ternyata sangat kurang dalam memotivasi anak bermain aktif di luar ruang. Padahal bermain permainan tradisional bersama-sama dengan anak lain bisa mendorong stimulasi motorik dan psikologis si kecil.
Banyak orang tua sekarang yang khawatir anaknya akan lebih cepat terserang penyakit atau kotor jika bermain di lapangan. Secara sengaja mereka malah membiarkan si kecil bermain dengan gawai sehingga orangtua merasa nyaman. Padahal, orang tua seharusnya memberi keleluasaan pada ruang bermain anak dan berinteraksi sosial agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Dalam beberapa kasus, orang tua berpikir bahwa infeksi cacingan disebabkan oleh tempat yang tidak higienis, sehingga mereka membatasi ruang bermain anak-anaknya.
Bagi keluarga yang berdomisili di Jabodetabek, Anda dan keluarga bisa ikut serta dalam gerakan sosial #JamMainKita pada car free day, Minggu, 25 Maret 2018. Anak-anak bisa menjajal tempat bermain permainan tradisional di Area Silang Timur Monas, Jakarta. Acara ini terbuka untuk umum dan dimulai pukul 06.00 WIB. (f)
Baca juga:
Selain Akte Lahir, Anak Juga Butuh Kartu Identitas Anak (KIA) yang Setara KTP
4 Sebab Bayi Sering Terbangun di Malam Hari
Di Luar Hujan Terus? Ini 5 Ide untuk Ajak Anak Main di Rumah
Topic
#anak