Presiden Direktur PT. Freyabadi Indotama William Chuang memberikan
Foto-foto: Dani Indrianto
Sebagian produk Tulip Chocolate.
Dalam kunjungan tersebut, para wirausaha muda disambut hangat oleh Elly Puspitosari yang merupakan Head of Sales dan Ira Budiman, Deputy Director PT. Nirwana Lestari, perusahaan yang khusus menangani distribusi produk PT. Freyabadi Indotama. Mereka bercerita sedikit sejarah dari Cokelat Tulip dan bagaimana proses cokelat dari awal hingga akhir.
Pihak Tulip Chocolate pun berbagi pengetahuan, bagaimana dari buah cokelat menghasilkan biji-bijian cokelat yang dapat diproses menjadi tiga jenis cokelat yang berbeda yaitu, cokelat bubuk, couverture, dan compound.
Cokelat couverture adalah cokelat berbahan dasar cocoa butter sehingga akan cepat meleleh, namun mempunyai rasa yang enak. Cokelat compound yang berbahan dasar cokelat bubuk dengan campuran minyak nabati mempunyai kadar gula yang lebih tinggi sehingga tidak gampang meleleh dan biasanya digunakan untuk dekorasi kue. Tulip Cokelat mempunyai cukup banyak variasi jenis cokelat dasar yang sesuai dengan kebutuhan para pebisnis.
Bersiap masuk pabrik.
Rombongan pebisnis muda pemenang kompetisi Wirausaha Muda Mandiri pun dipersilahkan untuk mengikuti tur kedalam pabrik. Tentu saja mengenakan pakaian pabrik lengkap yang telah disediakan. Area di dalam pabrik memang dijaga sesteril mungkin,. Ini terlihat mulai proses awal cokelat terbentuk menjadi cetakan kepingan dan cetakan blok, lalu proses packaging, hingga storage atau penyimpanan.
Setelah tur dalam pabrik, peserta dikejutkan oleh kehadiran William Chuang, Presiden Direktur Pt Freyabadi Indotama, yang sekaligus putra pendiri PT. Freyabadi Indotama. Beliau bercerita sedikit tentang pengetahuannya di bidang cokelat, hingga perjalanan beliau dari awal hingga mempunyai pabrik coklat terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
“Hal yang terpenting dalam bisnis adalah jangan lelah mengupas kulit demi kulit bisnis Anda sehingga Anda mengerti betul lekuk liku bisnis yang Anda geluti,” ujarnya.
Ira Budiman (kanan) menerima token of appreciation
dari Fadlanti Sharief, Senior Manager Corporate Secretary, Bank Mandiri.
“Bandingkan, bagaimana rasa bakso dengan menggunakan pati yang berbeda-beda,” ujarnya. Menurut William, dengan mengetahui secara mendalam bisnisnya, juga akan menciptakan ide dan peluang baru.
Di akhir kunjungan, peserta dipersilahkan untuk mencoba produk-produk dari Cokelat Tulip. Mulai dari minuman coklat, cokelat couverture, hingga lima praline dengan rasa Nusantara yang sangat unik yaitu Nasi Uduk Truffle, Tolak Angin, Rawon Truffle, Rempeyek Chocolate Bar, dan Rendang Praline. Cukup unik kan? (f)
Penulis: Dhita Bimantoro (kontributor)
Baca Juga:
4 Kunci Sukses Dapur Cokelat Tetap Eksis Hingga Kini
Topic
#wanwir, #coklat, #bisnis, #bankmandiri