Foto: Dok. Jakarta Vegan Guide
Berangkat dari fakta ini, Jakarta Vegan Guide mempersembahkan Generasi Dairy-Free Festival, festival pertama di Asia yang menampilkan pasar jajanan yang sepenuhnya berbasis nabati dan vegan-friendly. Selama empat hari, hampir 50 merek ternama memanjakan para pengunjung lewat berbagai hidangan nabati, makanan ringan, pencuci mulut, es krim, gelato, kopi dan minuman lainnya yang aman dinikmati oleh mereka yang memiliki pantangan tertentu, seperti alergi gluten dan kacang atau bebas gula.
Foto: Dok. Jakarta Vegan Guide
Acara yang berlangsung pada 22 hingga 25 September 2022 di Tribeca Park, Central Park Mall, Jakarta Barat ini juga menjadi ajang bertemu para komunitas kesehatan dan penggiat lingkungan. “Kami ingin menampik mitos bahwa hidangan tanpa produk susu sapi sulit untuk direalisasikan atau asumsi beberapa orang bahwa cita rasa hidangan tersebut akan hambar dan membosankan. Maka dari itu, kami memilih gerai-gerai terkemuka yang kami yakini kreasi-kreasinya dapat dinikmati oleh semua orang,” kata Firmansyah Mastup, salah satu pendiri Jakarta Vegan Guide.
Generasi Dairy-Free Festival juga menampilkan serangkaian temu wicara dan lokakarya. Salah satunya The Rise of Alternative Milk: Is the Demand for Alternative Milk Here to Stay? yang membahas susu nabati di Indonesia dengan menampilkan sederet pembicara muda yang aktif memperkenalkan susu nabati. Seperti Andovi da Lopez (Pemilik Mad for Coffee), Avidyarahma PN (Pendiri Orvia), Edo Huang (Pesulap dan Penikmat Kopi dan Susu Nabati), Restu Sadam Hasan (Juara Indonesian Latte Art Championship 2019-2021) dan Azi Kardian Wicaksono (Pelatih Barista di KMDS Group).
Selain itu, turut hadir dalam rangkaian acara Generasi Dairy-Free Festival, aktor vegan Brandon Salim; CEO Burgreens dan Green Rebel, Helga Angelina; serta Sustainability Lead GoTo Group, Fabrianne Hadikrisno.
Foto: Dok. Jakarta Vegan Guide
Yang tak kalah menarik, Generasi Dairy-Free Festival juga menyelenggarakan kompetisi membuat latte art menggunakan susu nabati pertama di Indonesia, yaitu Alternative Milk Latte Art Competition atau AMLAC. Setelah melalui ptoses penjurian yang ketan, dewan juri AMLAC, yang dikepalai oleh pemenang ILAC 2019-2021 Restu Hadam Hasan dan Edo Huang serta Azi Kardian Wicaksono, memutuskan tiga pemenang. Mereka adalah Lutfi Maulana, Ega Riandi dan Benediktus Giovaldo, dimana masing-masing terpilih menjadi juara pertama, kedua dan ketiga.
“Dengan semakin berkembangnya veganisme dan industri alternative milk di Indonesia, kami percaya bahwa gerai kopi di mana pun harus memiliki setidaknya satu pilihan minuman dan makanan berbasis susu nabati dalam menu mereka,” ucap Chandra Revo, salah satu pendiri Jakarta Vegan Guide dan penggagas acara Generasi Dairy-Free Festival.
Foto: Dok. Jakarta Vegan Guide
Bagi Revo, kehadiran acara seperti Generasi Dairy-Free Festival sangatlah penting mengingat industri kopi di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya dan adanya fakta bahwa hampir 90% penduduk Asia memiliki intoleransi laktosa. “Acara Alternative Milk Latte Art Competition juga bertujuan untuk mendorong para barista di seluruh Indonesia, terutama di Jabodetabek, yang sudah terbiasa membuat minuman kopi berbasis susu sapi agar dapat berkreasi dan berinovasi menggunakan susu nabati dalam racikan mereka,” tambah Revo.
Selain mempromosikan manfaat dan mudahnya pola hidup berbasis nabati, Generasi Dairy-Free Festival juga ingin mendorong masyarakat Indonesia agar lebih teredukasi mengenai manfaat dari produk berbasis nabati sekaligus meningkatkan tanggung jawab sosial dan lingkungan mereka, di samping lebih memperhatikan kesejahteraan hewan. (f)
Baca Juga:
Rahasia di Balik Kenikmatan Vegan Klappertaart ala Chef Tamtam
Chocolate Mousse Pie Ini Plantbased. Enak, Tanpa Telur dan Susu
Veganuary, Ajakan Bagi Newbie Jajaki Plantbased Diet
Faunda Liswijayanti
Topic
#vegan, #susunabati