Foto: Dok. Aruna Bamboo
Keduanya tergerak untuk membuat produk ramah lingkungan karena sama-sama memiliki latar belakang yang dekat dengan alam. Jessica pernah bekerja di salah satu LSM di Yogyakarta yang fokus pada pengurangan risiko bencana dan disaster management. Sedangkan Nicolas yang pernah bekerja sebagai arsitek dan interior designer di Swiss sangat senang menyelam dan mengagumi dunia bawah laut.
Sejak tahun lalu, keduanya juga sudah menjalankan prinsip ‘no straw’ ini, dan mulai mencari alternatif lain pengganti sedotan plastik, salah satunya menggunakan sedotan bambu. Sayangnya alternatif ini masih sulit didapat. Hingga muncul ide untuk memproduksi sendiri sedotan bambu.
Pertengahan tahun 2018, keduanya memproduksi sedotan bambu dan memasarkannya ke Australia. Baru tujuh bulan kemudian, mereka mantap untuk memperkenalkan Aruna Bamboo melalui platform Instagram.
Memulai bisnis ini tentu tidak mudah. “First step is always the hardest. Salah satunya mencari perajin yang mampu mengerjakan pesanan sesuai standard. Tantangan lainnya adalah memperkenalkan produk ke pasar yang tepat, kelompok konsumen yang sadar bahaya limbah plastik sehingga mau mengurangi sampah,” kata Jessica yang terinspirasi oleh beberapa gerakan Zero Waste seperti yang dilakukan Bea Johnson (@zerowastehome), Lauren Singer (@trashisfortossers), Greta Thurnberg, dan Isabel & Melati Wijsen (@byebyeplasticbags).
Berbeda dari sedotan bambu lain yang ada di pasaran, sedotan bambu dari Aruna Bamboo mengedepankan detail, desain modern, dan stylish. Bambu yang dipakai adalah bambu yang dipanen tepat pada waktunya, memiliki kadar air yang sesuai, dipotong secara presisi. Setiap potong bambu kemudian dirapikan ujung-ujungnya, setelah itu direbus dengan air mendidih dan dikeringkan sehingga aman, bersih, dan siap dipakai tanpa tambahan bahan kimiawi. Mereka juga bekerja sama dengan perajin di wilayah Yogyakarta. Sedangkan untuk menghasilkan produk terbaik, mereka menetapkan prinsip kerja secara etikal dan melakukan quality control berkala.
Meski pemasaran dan penjualan hanya lewat Instagram @arunabamboo, tapi produk yang dijual dengan harga Rp3000 per batang ini sudah dikirim ke Australia, Jerman, hingga Amerika Serikat. Banyak juga turis asing yang datang ke Yogya tertarik untuk membeli sedotan bambu ini. Selain sedotan bambu, mereka juga memiliki produk seperti sikat gigi, alat makan bambu, hingga botol termos bambu. Beberapa produk rumah tangga lainnya juga sedang dalam tahap realisasi. (f)
Baca Juga:
70 Persen Milenial Pilih Beli Pengalaman daripada Barang, Dorong Pertumbuhan Leisure Economy Indonesia
Hidangan India Selatan, Utara, dan Goa? Coba Bedanya di Sini
Topic
#sedotan, #sedotanbambu, #bisnisbambu