Foto: 123RF
Simak jawaban dr. Dewi Hasanah, SpKK untuk 8 pertanyaan yang sering muncul mengenai bekas jerawat.
1. Tanya:
Apa yang menyebabkan jerawat menimbulkan bekas?
Jawab:
Proses peradangan pada jerawat menyebabkan timbulnya bekas jerawat, mulai dari hiperpigmentasi, kemerahan, hingga scar atau luka parut. Makin berat peradangannya, makin besar risiko timbulnya scar. Kebiasaan memencet-mencet jerawat juga akan memperbesar risiko terbentuknya scar.
Memencet jerawat yang meradang akan menimbulkan luka hingga ke lapisan dermis (lapisan kulit bagian dalam), sehingga akan muncul scar atau luka parut sebagai reaksi penyembuhan luka tersebut. Luka parut ini menarik kulit lapisan atas sehingga menimbulkan bekas cekung seperti berlubang atau bopeng.
2. Tanya:
Apa saja bekas yang ditimbulkan akibat jerawat dan apa ciri-cirinya?
Jawab:
- Hiperpigmentasi pascainflamasi: Perubahan warna kulit berupa noda kecokelatan. Biasanya banyak terjadi pada kulit orang Asia yg cenderung gelap atau sawo matang.
- Eritema pascainflamasi: Perubahan warna kulit berupa noda kemerahan. Biasanya banyak terjadi pada orang dengan kulit yang lebih terang.
- Scar (luka parut): Dapat berupa scar atrofik (cekung) atau hipertrofik (menonjol). Scar.atrofik atau cekung dapat dibagi menjadi 3: rolling scar, ice pick scar, dan box scar.
3.Tanya:
Bisakah bekas jerawat ditangani hanya dengan terapi topikal, seperti pemakaian cream, gel, dan serum?
Jawab:
Untuk bekas jerawat berupa perubahan warna (hiperpigmentasi ataupun eritema), terapi topikal dapat membantu memudarkan bekas jerawat. Sedangkan untuk bekas jerawat berupa scar atrofik, terapi topikal saja biasanya tidak banyak membantu.
4. Tanya:
Apa yang harus dilakukan untuk menangani bekas jerawat?
Jawab:
Untuk bekas jerawat berupa hiperpigmentasi atau eritema, biasanya akan pudar tanpa terapi apa pun pada kulit yang sehat. Untuk mempercepat proses pemulihan, bisa menggunakan terapi topikal yang memiliki efek meratakan warna kulit. Terapi ini dapat dikombinasikan dengan mikrodermabrasi atau peeling. Jika tetap membandel, dapat dikombinasikan dengan laser.
Untuk bekas jerawat berupa scar atrofik, dapat diperbaiki tampilannya dengan kombinasi terapi topikal dan tindakan yang bertujuan meningkatkan regenerasi kulit serta produksi kolagen. Tindakan yang diberikan tergantung pada tingkat keparahan dan bentuk scar atrofik, bisa dengan mikrodermabrasi, peeling, subcision, laser resurfacing, radiofrekuensi, microneedling, atau aplikasi platelet rich plasma (PRP). (f)
Baca juga:
7 Mitos Perawatan Rambut
Melentikkan Bulu Mata Pendek
3 Cara Merawat Bibir Secara Alami
Topic
#perawatanwajah