Kuku palsu siap pakai ini makin jadi favorit. Tinggal pilih desain dan ukuran, pasang, dan kuku siap ikut OOTD, karena desainnya beragam—dari gaya minimalis sampai statement nail art yang didesain khusus untuk kamu.
Kalau press-on nails ini jadi andalan kamu, jangan lupakan kesehatan kuku asli kamu. Proses pemasangan dan pelepasan yang kurang tepat bisa bikin kuku jadi rapuh atau patah.
Lem kuku juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang, bahkan alergi bisa muncul meski sebelumnya tidak pernah bermasalah.
Agar press-on nails tidak mengurangi kesehatan kuku kamu sekaligus tidak mengganggu rutinitas kecantikan kamu, coba perhatikan beberapa hal berikut.
1/ Perhatikan kondisi kuku dulu
Kuku yang sudah retak, sangat tipis, sakit, atau kulit di sekitarnya sedang mengalami iritasi sebaiknya tidak langsung ditutup dengan kuku palsu.
Kuku dan kulit di sekitarnya punya fungsi perlindungan. Kutikula, misalnya, membantu melindungi area di sekitar kuku dari kuman dan infeksi.
Karena itu, jangan terlalu agresif memotong atau menghilangkan kutikula saat melakukan manikur untuk memasang kuku palsu.
2/ Jangan asal cabut
Baru beberapa hari dipakai sudah ingin ganti desain baru, lalu press-on nails langsung dicongkel.
Padahal, menarik atau mencabut kuku palsu ikut merusak permukaan kuku, apalagi untuk press-on nails yang sudah menempel kuat.
Kalau ingin melepasnya, ikuti petunjuk pelepasan dari produk atau perekat yang digunakan.
3/ Lem kuku bukan nailcare
Lem memang bagian penting dari press-on nails, tetapi bukan berarti semakin banyak semakin bagus.
Beberapa bahan dalam lem dapat memicu dermatitis kontak atau reaksi alergi. Alergi terhadap bahan tersebut dapat berkembang meskipun sebelumnya kamu tidak pernah mengalaminya.
Kalau muncul kemerahan, gatal, bengkak, nyeri, atau perubahan yang tidak biasa setelah menggunakan press-on nails, jangan lanjutkan pemakaian.
4/ Beri jeda di antara pemakaian
Sama seperti memakai gel polish pada kuku, kalau setelah melepas press-on kuku terasa sangat rapuh, mudah patah, atau permukaannya berubah, pertimbangkan untuk memberi waktu sebelum memasangnya kembali.
Kerusakan akibat kuku palsu bisa butuh waktu karena kuku perlu tumbuh kembali.
Sambil menunggu, cukup rawat kuku dengan jaga kebersihannya, jangan menggigit atau mengorek kuku, dan gunakan krim tangan pada tangan serta area sekitar kuku.
5/ Rawat kuku
Kuku memang bukan kulit, tetapi area di sekitarnya tetap membutuhkan perhatian. Kutikula dan nail folds (liputan kulit sekitar kuku) adalah bagian dari sistem perlindungan kuku.
Mengutip artikel dari Cleveland Clinic, kita tidak disarankan untuk menghilangkan kutikula karena tindakan tersebut dapat mengganggu kesehatan kuku.
6/ Jangan tutupi masalah kuku dengan nail art
Ini yang paling penting. Kalau kuku mengalami perubahan warna, tekstur, bentuk, terasa sakit, atau area di sekitarnya menjadi merah dan bengkak, jangan buru-buru menutupinya dengan press-on nails.
Perubahan pada kuku memang bisa disebabkan banyak hal, termasuk infeksi atau kondisi kulit tertentu. Jika keluhan menetap atau memburuk, sebaiknya periksakan ke dokter. (f)
Baca juga:
Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Mengganti Gel Polish
5 Warna Kuteks untuk Musim Panas Tahun Ini
5 Tip Kuku Kuat Ini Wajib Kamu Lakukan Tiap Hari
Brianna Relisha