Tips
Cara Jaga Kuku Tetap Sehat Saat Press-On Nails Jadi Andalan

12 Sep 2026

Kuku on point tanpa repot berkat press-on nails. Foto ilustrasi: Canva


Mau kuku dengan nail art gemas tanpa harus duduk lama di salon? Press-on nails bisa jadi punya semua jawabannya. 

Kuku palsu siap pakai ini makin jadi favorit. Tinggal pilih desain dan ukuran, pasang, dan kuku siap ikut OOTD, karena desainnya beragam—dari gaya minimalis sampai statement nail art yang didesain khusus untuk kamu.

Kalau press-on nails ini jadi andalan kamu, jangan lupakan kesehatan kuku asli kamu. Proses pemasangan dan pelepasan yang kurang tepat bisa bikin kuku jadi rapuh atau patah. 

Lem kuku juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang, bahkan alergi bisa muncul meski sebelumnya tidak pernah bermasalah. 

Agar press-on nails tidak mengurangi kesehatan kuku kamu sekaligus tidak mengganggu rutinitas kecantikan kamu, coba perhatikan beberapa hal berikut.

1/ Perhatikan kondisi kuku dulu
Kuku yang sudah retak, sangat tipis, sakit, atau kulit di sekitarnya sedang mengalami iritasi sebaiknya tidak langsung ditutup dengan kuku palsu.

Kuku dan kulit di sekitarnya punya fungsi perlindungan. Kutikula, misalnya, membantu melindungi area di sekitar kuku dari kuman dan infeksi. 

Press-on nails bikin kamu bisa bereksperimen dengan kuku oval nan panjang ini. Foto ilustrasi: Canva

Karena itu, jangan terlalu agresif memotong atau menghilangkan kutikula saat melakukan manikur untuk memasang kuku palsu.

2/ Jangan asal cabut
Baru beberapa hari dipakai sudah ingin ganti desain baru, lalu press-on nails langsung dicongkel.

Padahal, menarik atau mencabut kuku palsu ikut merusak permukaan kuku, apalagi untuk press-on nails yang sudah menempel kuat.

Kalau ingin melepasnya, ikuti petunjuk pelepasan dari produk atau perekat yang digunakan. 

3/ Lem kuku bukan nailcare
Lem memang bagian penting dari press-on nails, tetapi bukan berarti semakin banyak semakin bagus.

Advertisement
Gunakan sesuai petunjuk produk dan usahakan tidak mengenai kulit di sekitar kuku. 

Beberapa bahan dalam lem dapat memicu dermatitis kontak atau reaksi alergi. Alergi terhadap bahan tersebut dapat berkembang meskipun sebelumnya kamu tidak pernah mengalaminya. 

Pilih lem yang cocok dengan kuku agar press-on nails dengan nail art seperti ini nyaman pada kuku. Foto ilustrasi: Canva

Kalau muncul kemerahan, gatal, bengkak, nyeri, atau perubahan yang tidak biasa setelah menggunakan press-on nails, jangan lanjutkan pemakaian.

4/ Beri jeda di antara pemakaian
Sama seperti memakai gel polish pada kuku, kalau setelah melepas press-on kuku terasa sangat rapuh, mudah patah, atau permukaannya berubah, pertimbangkan untuk memberi waktu sebelum memasangnya kembali. 

Kerusakan akibat kuku palsu bisa butuh waktu karena kuku perlu tumbuh kembali. 

Sambil menunggu, cukup rawat kuku dengan jaga kebersihannya, jangan menggigit atau mengorek kuku, dan gunakan krim tangan pada tangan serta area sekitar kuku.

5/ Rawat kuku
Kuku memang bukan kulit, tetapi area di sekitarnya tetap membutuhkan perhatian. Kutikula dan nail folds (liputan kulit sekitar kuku) adalah bagian dari sistem perlindungan kuku. 

Rawat area kutikula dan sekitar kuku di tiap jari agar jari dan kuku tetap sehat. Foto ilustrasi: Canva

Mengutip artikel dari Cleveland Clinic, kita tidak disarankan untuk menghilangkan kutikula karena tindakan tersebut dapat mengganggu kesehatan kuku. 

6/ Jangan tutupi masalah kuku dengan nail art
Ini yang paling penting. Kalau kuku mengalami perubahan warna, tekstur, bentuk, terasa sakit, atau area di sekitarnya menjadi merah dan bengkak, jangan buru-buru menutupinya dengan press-on nails.

Perubahan pada kuku memang bisa disebabkan banyak hal, termasuk infeksi atau kondisi kulit tertentu. Jika keluhan menetap atau memburuk, sebaiknya periksakan ke dokter. (f)

Baca juga:
Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Mengganti Gel Polish
5 Warna Kuteks untuk Musim Panas Tahun Ini
5 Tip Kuku Kuat Ini Wajib Kamu Lakukan Tiap Hari

 

Brianna Relisha


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?