Foto: Shutterstock.com
Perawatan facial wajah umumnya memiliki tujuh tahapan terdiri dari :
1. Pembersihan
Wajah dibersihkan secara seksama dari minyak, debu kotoran, sisa make up. Kulit yang bersih tuntas akan memudahkan skincare yang akan diaplikasikan lebih meresap ke dalam kulit. Pada proses ini dilakukan pijatan ringan untuk merelaksasi wajah.
2. Penguapan
Setelah wajah bersih, penguapan dilakukan untuk membuka pori-pori sekaligus melembutkan kulit. Penguapan panas ini bisa dilakukan menggunakan handuk basah atau alat elektrik. Tujuannya agar komedo lebih mudah terangkat dan meluruhkan sel kulit mati dan sisa-sisa kotoran yang keluar bersama keringat.
3. Pengelupasan
Setiap klinik kecantikan umumnya memiliki metode khas masing-masing. Tapi secara umum proses pengelupasan dilakukan dengan micropeel atau microdermabrasi. Pengangkatan sel kulit mati ini dilakukan agar kulit lebih siap beregenerasi. Proses ini perlu dilakukan oleh ahlinya. Itu sebabnya sangat dianjurkan melakukan facial hanya di klinik dengan dokter yang tepercaya.
4. Ekstraksi (pengangkatan komedo)
5. Pemijatan
Tahap ini dilakukan untuk relaksasi otot wajah dan memperlancar sirkulasi darah. Jika sirkulasi darah lancar, wajah pun akan lebih cerah dan sehat
6. Masker
Pengaplikasian masker di akhir facial adalah untuk menenangkan kulit yang baru mengalami proses pembukaan pori dan deep cleansing.
7. Mengaplikasikan pelembap dan tabir surya
Pelembap dan tabir surya diaplikasikan pada wajah. Setelah facial biasanya disarankan untuk menghindari paparan matahari yang intens untuk mencegah inflamasi.
Perlu diketahui proses facial bisa dilakukan sesuai kebutuhan atau masalah kulit si pasien. Facial untuk kulit tanpa masalah tentu berbeda dengan facial untuk kulit berjerawat. Untuk itu konsultasi sebelum perawatan memang perlu dilakukan. Juga agar ekspektasi pasien dan dokter menjadi sama.
Baca Selanjutnya: Kapan kita perlu facial?
Topic
#asktheexpert, #askjulianayu, #facial, #tipkecantikan