Jika Anda merasa yakin untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, bukalah mata hati Anda, kenali pasangan lebih dalam lagi, sebelum memutuskan langkah untuk kehidupan Anda selanjutnya. Pastikan bahwa kekasih juga memiliki visi yang sama tentang pernikahan. Untuk itu, bicaralah secara terbuka. Tempatkan diri pada posisi yang sejajar, agar Anda tidak terkesan sedang ’menyerang’ kekasih atau ’mengemis’ cinta.
Bila lamaran Anda sukses (alias diterima oleh kekasih), bicarakan komitmen Anda berdua nanti dalam perkawinan. Misalnya, pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga. Hal ini penting untuk menghindari risiko menurunnya bargaining power Anda, bila suami mengungkit soal siapa yang lebih dulu mengajak menikah.
Namun, bila Anda enggan mengajukan lamaran, giringlah kekasih menuju situasi tertentu. Misalnya, mengajaknya ke pesta pernikahan, lalu menanyakan pendapatnya tentang pesta atau tentang sebuah pernikahan. Atau, ajaklah ia berdiskusi soal persoalan rumah tangga yang sedang dihadapi keluarga atau kenalan. Dari kata-katanya, Anda akan bisa melihat visinya tentang pernikahan, juga kejelasan, apakah ia tertarik untuk menikah atau belum. (f)