Food Trend
Tumpeng: Makanan Perayaan

23 Sep 2014

Dalam buku terkenal Serat Centhini karya Sumahatmaka, R.M.A, yang berisi kesusastraan Jawa, tumpeng disebut sebagai hidangan istimewa dalam beragam upacara adat. Begitu juga di dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya, dan Kidung Hasra Wijaya. Infonya seragam, bahwa tumpeng tak pernah luput dalam berbagai pesta.

Dalam setiap upacara tersebut, tumpeng berperan sebagai makanan simbolis yang terkait dengan upacara yang diselenggarakan. Artinya, meski bentuknya secara umum sama, berupa kerucut yang dikelilingi lauk namun warna nasi serta pilihan lauk pauknya mencirikan upacara terkait. Makanya di tiap acara adat, seperti pernikahan, rasulan, atau kelahiran, ditemukan bentuk tumpeng yang berbeda. Keistimewaan inilah yang membuat tumpeng tidak disajikan sembarangan untuk  keperluan sehari-hari.
Advertisement

Tumpeng pada umumnya dibuat dari nasi putih, namun ada pula yang dibuat dari nasi kuning atau nasi gurih. Bentuknya yang menggunung dianalogikan sebagai gunung Mahameru, yang dalam kepercayaan Hindu merupakan tempat bersemayam para dewa. Di sisi lain, bentuk ini juga menyiratkan harapan agar kualitas hidup selalu meningkat. Tersaji dalam tampah, dikelilingi lauk pauk. Kumpulan lauk ini simbol ekosistem kehidupan di alam.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?