Sex & Relationship
Tidak Tega Menceraikan

16 May 2014

Saya sangat terkejut ketika suami saya dikabarkan stres, tidak bisa bekerja, dan menangis di kantornya. Saya mendengar ini dari teman sekantornya. Kami memang sedang dalam proses perceraian, tapi suami selama ini bersikap baik-baik saja di depan saya. Malah saya yang sering menangis di hadapannya saat kami memutuskan untuk bercerai karena sudah tak ada lagi jalan tengah. Kini saya jadi gundah dan tak tega. Apa yang mesti saya lakukan untuk menenangkannya?

Reny – Jakarta

Menurut Kak Irma, seriap orang punya kesiapan dan cara yang berbeda dalam menghadapinya. Anda bisa bersikap jujur kepada diri sendiri dan suami atas  apa yang Anda rasakan serta bisa dengan terbuka mengungkapkan  kesedihan  dan menangis di hadapan suami. Mungkin berbeda halnya dengan suami yang selama ini menyembunyikan kedukaannya, dan meledak ketika tak lagi kuat menanggung bebannya.

Rasa tidak tega dan gundah yang muncul mungkin menunjukkan Anda masih punya perhatian dalam kepadanya atau bahkan mengasihinya. Perlu dipertanyakan apakah Anda maupun suami betul-betul sudah siap berpisah atau masih saling menyayangi? Kalau memang belum yakin, bicarakan bersama dengan hati dan pikiran yang jernih. Mungkin ada jalan untuk menyelamatkan perkawinan ini. Kalau perlu, minta bantuan penasihat perkawinan.

Bila sudah mantap bercerai, maka kedua belah pihak harus bisa menerima kenyataan ini, walau dirasa pahit. Inilah saatnya bagi Anda berdua untuk saling melepaskan diri dan berdamai dengan masa lalu, agar tidak lagi mengganggu masa depan masing-masing. Yang jelas, janganlah mempertahankan perkawinan  hanya karena Anda kasihan atau tak tega pada suami.
Advertisement


Sementara itu, Bung Monty menyarankan Anda untuk mencari bantuan profesional langsung untuk menghadapi masalah ini, dan amat boleh jadi pertemuan satu atau dua kali belum serta-merta menemukan solusi. Amat boleh jadi hubungan emosional (afeksi) Anda berdua demikian kuat, dan pertimbangan untuk berpisah semata-mata dilandasi pola pikir rasional. Padahal, aspek rasional dan emosional memiliki keterkaitan yang erat.
Jika keputusan yang amat rasional kemudian mengguncangkan aspek emosional, secara bertahap fungsi logika kelak akan terganggu juga.

Kewaspadaan akan hal ini harus dijaga. Oleh karena itu, komunikasi langsung dengan tenaga profesional amat dibutuhkan. Keterpisahan tidak serta-merta diikuti terputusnya hubungan secara total. Ada kemungkinan keterpisahan dalam hubungan tertentu beralih ke bentuk hubungan yang lain. Tetapi, hal ini tentu harus dilandasi kaidah sosial yang berlaku dalam masyarakat.





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?