Berhati-hatilah bila Anda mulai melihat gejala ini dalam rumah tangga Anda. Jangan biarkan uang menjadi kendala bagi Anda berdua dalam mencapai kondisi ini. Mengelola uang secara bijaksana, tidak berarti Anda tak punya kebebasan untuk mengelola pengeluaran pribadi masing-masing. Bila memang diinginkan, Anda berdua bisa mengelola keuangan pribadi. Tetapi, untuk keuangan rumah tangga, baik untuk pengeluaran sehari hari, cicilan rumah/sewa, tabungan dan asuransi, sebaiknya dikelola bersama-sama.
Anda berdua perlu menyediakan waktu untuk duduk bersama dan membicarakan pengelolaan keuangan rumah tangga secara rinci. Kalau masih mencukupi, tidak ada salahnya menyisihkannya untuk tabungan bersama.
Jika menurut Monty Satiadarma, perilaku boros merupakan salah satu masalah kendali gejolak emosi, ketika seseorang tidak mampu meredam keinginannya untuk memiliki sesuatu yang tidak mengandung manfaat. Perilaku ini dilandasi oleh kompensasi rasa keterbatasan, dan upaya untuk mengatasi keterbatasan tidak terarah pada sasaran yang tepat dan membentuk perilaku simbolik boros sehingga tidak pernah terpuaskan.
Sebagai contoh, seseorang yang di masa kecil tidak memperoleh perhatian yang cukup dari orang tua cenderung boros mencari perhatian dari orang lain dengan membelanjakan uang untuk pakaian mahal. Mungkin ia memakai pakaian tersebut agar diperhatikan orang lain, mungkin juga ia sekadar menjadi kolektor dan merasa dirinya memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Namun, perhatian dari orang tua di masa kecil tidak akan pernah diperolehnya lagi karena ia kini sudah dewasa, bukan lagi anak kecil. Kalaupun ia memperoleh perhatian dari orang lain, orang lain itu bukan orang tuanya.
Ada baiknya Anda memperoleh bantuan konselor untuk menjelaskan masalah ini kepadanya. Kemungkinan besar Anda butuh bantuan tenaga profesional untuk mengatur keuangan agar ia memiliki kewaspadaan terhadap dampak kondisi ekonomi di kemudian hari.