Memang, meningkatnya minat orang Indonesia untuk liburan ke luar negeri dalam lima tahun belakangan ini, diakui pula oleh Surya A. Wijaya, VP Business Development Dwidaya Tour. Ditambahkan Surya, di antara mereka yang pergi ke luar negeri adalah keluarga muda yang berlibur dengan anak-anaknya.
“Keluarga Indonesia yang membawa anak kecil umumnya memilih liburan ke negara yang sudah bagus infrastrukturnya dan punya taman bermain untuk anak,” kata Surya. Maka, negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Hong Kong, Cina, dan Australia yang jaraknya dekat dan punya theme park pun, laris manis diserbu. Surya menambahkan, mayoritas keluarga Indonesia yang liburan ke luar negeri lebih antusias untuk belanja dan foto-foto ketimbang mempelajari sejarah atau kultur asing.
“Tapi, ada juga yang ingin mencari pengalaman berbeda yang tak ditemui di dalam negeri, misalnya melihat salju di Jepang atau melihat kota-kota di Eropa,” tambah Surya.
Liburan ke luar negeri tak sekadar bersantai. Orang tua kerap lupa, butuh persiapan matang ketika mengajak anak berlibur. Tengok saja, misalnya, ketika ada anak rewel di pesawat, orang tuanya clueless. Ada pula baby sitter yang sibuk menyuapi anak di hotel. Sudah diajak liburan jauh-jauh, sampai lokasi anak malah cranky. Di sinilah dibutuhkan kematangan sikap orang tua untuk mempersiapkan anak-anaknya sebelum pergi liburan ke luar negeri.
Reynette Fausto