Career
Ruang Diri Sendiri

21 Apr 2014


Seperti halnya menyetir mobil di jalan raya, menjalin pertemanan di kantor pun ada rambu-rambu yang harus dipahami oleh para pekerja. Bercerita masalah personal sekalipun, sebetulnya pilihan pribadi masing-masing. Namun, perlu diingat bahwa banyak batasan ‘profesional' yang melingkupinya.
   
Rima Olivia dari Ahmada-Personal Growth and Career Development Consulting menjelaskan, sedekat apa pun hubungan dengan rekan sekerja, pastikan tetap menjaga informasi pribadi, apalagi jika ini sesuatu yang buruk. Karena, informasi pribadi yang Anda beberkan bisa menjadi bumerang yang digunakan oleh ‘musuh-musuh’ Anda di kantor untuk menghambat pencapaian karier Anda.
   
“Misalnya, tiap hari menceritakan pembantu yang selalu chatting ketika sedang memasak, atau mertua yang menyebalkan di lingkungan teman-teman kantor. Hal-hal semacam ini justru memperlihatkan ketidakmampuan Anda menangani kehidupan pribadi,” jelas  Rima. 
   
Rima menyarankan, sebaiknya dalam bekerja hindari sifat mudah mengeluh tentang banyak hal. “Selain akan mengurangi minat orang lain untuk bekerja bersama dengan Anda, bos tentu tidak akan memercayakan pekerjaan kepada orang yang mengatasi kehidupan pribadinya saja tidak beres,” ungkap Rima.  
   
Menurut Rima, pertemanan yang sehat selalu ada batasan secara personal. Batas yaitu memberi ruang untuk bernapas, memilih apa yang diinginkan, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk mengambil keputusan.
Advertisement
 
Hal itu juga berlaku dalam pekerjaan, ketika kinerja teman Anda memang buruk, maka lebih baik mengajak orang lain untuk terlibat dalam sebuah proyek besar sesuai kompetensinya.  
   
Menurut Rima, kedekatan secara emosional akan membuat orang cenderung berpihak sehingga kurang dapat memberi masukan secara proporsional. “Ruang akan membantu Anda untuk lebih jujur dan objektif dalam menilai kinerja teman,” ujar Rima. 
   
Bersikap terbuka dan tidak eksklusif dalam berteman jelas akan memperkaya wawasan seorang pekerja. Lingkup pertemanan yang luas berarti  makin banyak pula bantuan jika di kemudian hari Anda memerlukannya. Ini yang disebut networking. Strateginya, berlaku dua arah, ke level atas dan level bawah. “Networking yang kuat akan berdampak pada kemajuan karier Anda,” jelas Rima.

Daria Rani Gumulya




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?