Pola makan ini mengutamakan bahan makanan nabati mentah, khususnya sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian mentah (nuts-seeds). Dengan pola makan ini, tubuh mendapatkan banyak nutrisi dan enzim ‘hidup’ karena dimakan mentah. Sistem metabolisme pun bekerja sewajarnya tanpa beban berlebihan, sehingga kesehatan terjaga.
Porsi 80% menu mentahan dalam sehari sudah bisa disebut raw food. Selain para raw foodist, pelaku food combining juga bisa digolongkan dalam kelompok ini. Karena menu para FC-ers dominan makanan mentah, terutama buah-buahan, sepanjang pagi hingga siang, kemudian makan siang dan makan malam masing-masing ½ porsi makan wajib berisi sayuran, khususnya sayuran mentah (salad). Masih ditambah lagi dengan jus sayuran.
Bakteri atau mikroba reni sesungguhnya bukan ancaman serius bagi pelaku raw food, sejauh memperhatikan faktor kehigienisannya. Mikroba umumnya hidup dalam tubuh kita dalam kondisi anaerob (miskin oksigen). Sebaliknya, pelaku raw food memiliki pola makan dominan makanan pembentuk basa (alkaline food), yang membuat darahnya sangat kaya oksigen, sehingga menyulitkan mikroba renik berkembang dalam tubuh para pelaku raw food. (f)