Teori: Tidak minum air es
Praktik:
Banyak yang beranggapan bahwa air es dapat membekukan lemak yang ada dalam tubuh. Padahal, secara medis dan ilmiah membuktikan bahwa suhu es akan sama dengan suhu tubuh bila sudah masuk di dalam tubuh.
"Banyak pendapat yang mengatakan bahwa air es tidak bersahabat dengan berat badan, karena banyaknya ragam minuman dingin yang kerap dikonsumsi, seperti es teh manis atau es campur yang mengandung gula yang tinggi kalori. Sejauh hanya mengonsumsi air es tanpa gula atau zat lain di dalamnya, maka tidak akan berpengaruh pada program diet seseorang,” ujar dr. Grace.
Teori: Tidak menggabungkan makanan sumber karbohidrat dan protein
Praktik:
"Teori ini sebagian dari prinsip food combining, bertujuan agar pH (power of hydrogen) tubuh tidak terlalu asam atau basa. Teori ini sebenarnya bertujuan untuk kesehatan, bukan untuk menurunkan berat badan,“ ujar dr. Grace.
Di dalam teori ini, makanan tinggi kalori tidak boleh digabungkan dengan makanan yang mengandung kalori tinggi juga. Misalnya, nasi (1 gelas mengandung 200 kalori) tidak boleh digabungkan dengan sepotong ayam yang mengandung 300 kalori. Nasi hanya bisa dimakan dengan sayur yang mengandung 25 kalori saja. Cara ini tidak menjamin berat badan seseorang turun, sebab lagi-lagi harus dilihat dari berapa jumlah kalori yang keluar dan masuk selama 24 jam. Kalau seandainya seseorang berhasil menurunkan berat badan dengan cara food combining, itu sekadar additional benefit. (f)