Kurang tidur terbukti merugikan, bagaimana jika kelebihan? Setiap orang memiliki porsi tertentu, tergantung kebutuhan masing-masing. Saat sakit, terlalu lelah, atau stres biasanya orang butuh lebih banyak tidur dari kebanyakan orang. Begitu juga saat bulan puasa misalnya, seseorang cenderung rasa kantuk berlebihan karena pola tidur yang berubah.
Sakit kepala yang terjadi karena tidur lebih dari 10 jam menurut dr Andreas kemungkinan terjadi karena ‘hutang’ tidur yang belum terbayar. Beberapa penelitian di luar negeri menduga ada hubungan antara tidur lebih dari 8 jam dengan risiko mengalami obesitas dan gangguan jantung, namun belum ditemukan fakta solid untuk membuktikannya. Yang perlu diperhatikan jika seseorang tidur lebih dari cukup namun masih selalu lelah dan mengantuk, mungkin ia mengalami gangguan yang disebut hipersomnia. Yang lain, jika tidur berlebihan itu disebabkan oleh depresi. Mereka ini perlu penanganan khusus.(RIZKA AZIZAH)