1. Berikan bukti. Jika ia menanamkan uang pada usaha Anda, maka uangnya akan tumbuh. Untuk ini, sangat tidak bijaksana, jika Anda menjanjikan sejumlah keuntungan tunai di depan. Misalnya, Anda mengatakan, jika usaha itu Anda kelola, akan mendapatkan keuntungan 20% per bulan. Sekarang ini zaman ketidakpastian. Perhitungkan dengan cermat, dengan menggunakan riset, sebelum menjanjikan keuntungan. Jika tidak, Anda bisa tergulung oleh janji Anda sendiri.
3. Anda sendiri memang mempunyai usaha yang jelas dan bertumbuh.
4. Punya cadangan usaha. Bisnis properti merupakan bisnis yang riskan dengan keadaan ekonomi. Begitu ekonomi stagnan, maka kucuran kredit bisa dihentikan dan Anda bisa bangkrut. (f)