Celebrity
Meniti Tangga Waktu

28 Oct 2014

Rumah itu terlihat bersahaja dari luar, berpagar cokelat dan bercat tembok putih dengan pekarangan mungil. Sama sekali tak mencolok dari rumah-rumah di sekitarnya. Armand Maulana (43) berjalan menuruni tangga lantai atas rumahnya, menyambut kedatangan femina dengan hangat. Beberapa saat kemudian, menyusul Dewi Gita (44), yang masih mengenakan busana panggung dengan dandanan yang belum terhapus.
Di sudut ruang tamu, masih ada koper dan tumpukan boks sepatu. Naja Dewi Maulana (12), putri mereka, tengah beristirahat di kamarnya. Meski letih usai kesibukan sepanjang hari, tak mengurangi keramahan mereka untuk berbincang dari hati ke hati dengan femina, tentang perjalanan panjang kehidupan perkawinan mereka, ditemani Godi, si kucing Persia pada suatu malam, akhir September lalu.

Meniti Tangga Waktu

Di dinding tangga rumah mereka, terpampang jejeran foto-foto lama, dari mulai foto keluarga, hingga foto panggung dari masa ke masa. Maklum, keduanya sudah terjun ke musik sejak era awal ‘90-an. Sebagai pasangan musikus, keduanya adalah sosok yang mampu bertahan sekian lama di puncak popularitas. Pamor keduanya tak menurun sedikit pun, kendati telah banyak bermunculan para pendatang baru.
Salah satu foto yang menarik perhatian adalah foto Dewi sebagai cover femina edisi tahun 1995. “Itu foto terakhir saya sebelum hamil,” komentar Dewi yang dulu berambut cepak ini. Ada pula foto-foto saya menjadi sampul majalah bersama Naja, yang muncul hampir setiap tahun.  
Kehadiran Naja memang telah mengubah hidup mereka. Dewi bercerita, dulu sebelum ada anak, ia aktif bergaul. Setiap habis manggung, bisa dipastikan ia akan nongkrong bersama teman-temannya. Kebiasaan ini berubah drastis setelah kehadiran Naja. “Semua teman saya komentar, ‘Nggak usah sampai kayak ditelan bumi, ‘kali.’ Sebab, saya hampir tidak pernah lagi ngopi dan ngumpul lagi dengan teman-teman,” kenang Dewi, yang sempat jadi ‘orang rumahan’ sejak kehadiran Naja.  
Mewarisi darah seni kedua orang tuanya, Naja juga tumbuh sebagai anak yang punya ketertarikan besar di bidang seni. “Jiwa seninya kuat banget. Kami berdua tinggal mengarahkan saja,” cerita Dewi, yang percaya bahwa pola asuh terbaik adalah dengan menjadi contoh yang baik pula bagi putrinya.
Jika Dewi berubah dalam hal pergaulan, bagaimana dengan Armand? Menurut Armand yang punya hobi otomotif, setelah ada anak, ia tidak lagi royal untuk hobi dan selalu berpikir jangka panjang. “Kalau dulu, setiap kali dapat duit, seratus persen dihabiskan untuk upgrade dan utak-atik mobil. Sekarang, paling banter sepuluh persen saja yang dipakai, sisanya ditabung buat sekolah anak,” cetus Armand, yang selain otomotif juga hobi nonton film.
Bagi pasangan ini, hidup mereka selalu di bawah sorotan. Kemana pun mereka pergi, selalu saja ada wartawan, ataupun penggemar yang minta foto bareng. Apalagi, keduanya termasuk selebritas yang selalu bersikap ramah pada siapa pun. “Makanya, untuk liburan kami lebih menikmati pergi ke luar negeri. Bukan apa-apa, tapi supaya bisa benar-benar menikmati berlibur sebagai orang biasa, tanpa ada orang yang mengenali kami,” cerita Dewi. Lagipula, mereka sudah banyak berkeliling kota-kota di Indonesia untuk tur musik.   
Advertisement
Sepanjang kariernya di musik, sepanjang itu pula kisah cinta Armand dengan Dewi. Bekerja di industri yang konon tingkat godaannya tinggi, bagaimana pasangan ini menjalani kehidupan pernikahan hingga bisa nyaris tanpa gejolak ini? “Waktu pacaran, sempat ribut gara-gara yang satu sering menelepon, yang satu terlalu diam. Sampai-sampai saya merasa dia perhatian nggak, sih, sama saya? Lama-lama, oh, memang begini gayanya,” cetus Armand.
Satu tahun pertama pernikahan juga disebut sebagai periode yang sulit. “Adaptasi itu kan tidak mudah. Naik turunnya rumah tangga kami lalui bersama-sama," kenang penyanyi dalam acara televisi Opera Van Java ini.
Gejolak berikutnya datang ketika memasuki usia pernikahan 4 tahun. Hal yang sama juga terjadi lagi pada fase mau masuk 8 tahun. “Di fase 4 tahun, konfliknya lebih karena ego. Maklum, pasangan muda, masih ada keinginan untuk mencapai sesuatu yang lebih. Di situ sering lahir perselisihan,” cerita Armand.
Ia menambahkan, di fase menuju usia 8 tahun perkawinan, problemnya bermuara pada kejenuhan. “Karena belum ada anak sementara kami sudah lama mengidamkan anak. Sudah berusaha dengan berbagai cara, tapi masih belum berhasil. Dewi sudah mencoba berbagai terapi, seperti suntik hormon. Saya sendiri juga sudah mencoba dengan cara mengatur pola makan,” tutur Armand, yang mengembalikan usaha untuk punya anak dengan doa.    
Dewi pun menambahkan, “Dua puluh tahun ada banyak cobaan dan rasanya luar biasa ketika bisa melewati cobaan itu satu per satu. Lagipula, mungkin karena kami berdua easy going. Setiap persoalan tidak dibikin lebay. Bikin santai saja," jawabnya, sambil menatap Armand.
 Dalam hal menghadapi godaan, menurut Dewi, justru mereka yang hidup di bawah sorotan malah lebih susah untuk berbuat macam-macam. “Apalagi sekarang gadget ada di mana-mana. Kalau aneh sedikit, gampang ketahuan. Orang seperti kami ini harus berpikir dua kali kalau mau ngapa-ngapain mikir dulu,” ujar Dewi yang sejak lama menerapkan pola diet sehat (tanpa gorengan dan karbo), serta rajin berolahraga, untuk ia dan keluarganya.
Cara lain yang diungkapkan Armand untuk menjaga keutuhan hubungannya adalah jangan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang sudah ada sejak masa pacaran. “Misalnya, kebiasaan bercanda, dari zaman pacaran kami memang sering becanda. Begitu menikah, sampai detik ini bercandanya masih sama saja,” kata Armand, yang menggunakan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari dengan Dewi.
Begitu juga, kebiasaan Armand yang rajin menelepon Dewi sehari bisa beberapa kali, masih rutin sampai sekarang. “Pas jam dia bangun tidur, mau manggung, jam makan, sampai mau tidur, pasti telepon. Tapi ini bukan karena saya kepo atau posesif, sekadar untuk mengingatkan bahwa saya selalu ada di dekatnya,” tutur vokalis band GIGI ini.   
Kesibukan masing-masing membuat keduanya sering berjauhan, berhari-hari, bahkan hingga lebih dari sebulan. Tak adakah kamus cemburu dalam kehidupan mereka? Ditanya tentang cemburu, mereka kompak menggeleng. “Sudah lewat masanya saling cemburu. Trust akan muncul dengan sendirinya ketika kita bisa memberikan sebuah tanggung jawab yang benar terhadap pasangan. Walaupun Dewi dan saya sedang jarang ketemu dan berjauhan, tapi kalau perilaku kita membuat pasangan nyaman, pasti dia jadi tenang,” tutur Armand, yang diiyakan oleh Dewi.(Ficky Yusrini)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?