Health & Diet
Meningitis, Mirip Gejala Flu

2 Apr 2014


Prof. Dr. dr. Ahmad Rusdianto, SpPD, KEMD, FINASIM

Meningitis adalah peradangan di selaput otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh banyak pencetus, termasuk virus, bakteri, jamur, atau alergi obat. Haemophilus meningitis atau Hib meningitis disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae type b. Kerusakan pada otak yang disebabkan bakteri ini  bisa lebih parah ketimbang infeksi karena virus, jamur, atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu.

Banyak yang kecolongan karena gejalanya hampir mirip seperti flu. Selain timbul demam dan sakit kepala, terlihat ciri khas yang mengindikasikan terjadinya meningitis, yaitu kaku kuduk (leher), terkadang kejang, dan hilangnya kesadaran. Anak-anak di bawah usia 5 tahun yang sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang baik lebih rentan terkena Hib meningitis.

Advertisement
Orang dewasa yang immune-nya sedang drop juga bisa terkena. Pencegahan bisa dilakukan melalui vaksinasi dan menghindari bersentuhan dengan penderita atau menggunakan masker di tengah keramaian. Bakteri ini menyebar lewat bersin, batuk, liur (ciuman), dan pemakaian perkakas makan bersama.

Meningitis yang disebabkan virus cenderung ringan dan membaik dalam beberapa minggu. Tapi, tidak demikian dengan meningitis akibat bakteri. Jika dibiarkan, akan menimbulkan komplikasi serius, seperti koma, gangguan pada pendengaran (tuli), penglihatan (buta), penurunan memori, kelumpuhan, kerusakan saraf, hingga kematian. Kerusakan yang terjadi tergantung pada bagian otak yang terserang infeksi. Mengutip dari situs www.meningitis.org, 45% survivor di Amerika harus meneruskan hidup dengan problem kerusakan saraf yang disebutkan di atas.

Menurut WHO (2010), bakteri penyebab meningitis menginfeksi lebih dari 400 juta orang, dengan tingkat kematian 25%. Terbanyak di Afrika dan Asia, khususnya  di negara-negara dengan tingkat kebersihan lingkungan yang belum memadai. Angka di Indonesia masih sulit didapat, salah satunya karena kematiannya  dikira karena infeksi penyakit lainnya. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?