Evangeline Lilly (35) yang gemar membaca novel karya J.R.R Tolkien semasa kanak-kanak jelas merasa bangga. Namun, berhubung pembuatan film itu sudah selesai, ia hanya berucap dalam hati, “Filmnya saja sudah selesai dibuat, bagaimana bisa saya jadi peri?” Siapa sangka, 10 tahun kemudian, Peter menawarkan peran dan memintanya menjadi peri pejuang di karya Tolkien yang lainnya: The Hobbit. Ia berperan menjadi Tauriel, tokoh yang sengaja dibuat oleh Peter Jackson dan tim, yang tidak pernah ada dalam novel aslinya.
Mengejar Passion Yang Lain
Karakternya yang kuat, gerakannya yang lincah membuatnya selalu memperoleh peran-peran sebagai wanita yang tangguh, pejuang dan pemberani. Sebut saja peran yang ia mainkan dalam film Lost, The Hobbit, Ant Man (Marvel Comic). Meski begitu, wanita yang juga fasih berbahasa Perancis ini memiliki pandangan tersendiri tentang sosok seorang wanita. “Wanita yang kuat, bukanlah wanita yang jantan, melainkan yang berkarakter kuat karena kasih sayang yang ia miliki, sekaligus kerentanannya, emosinya, kecerdasan, serta rasa takut mereka”, demikian deskripsi Lilly dalam sebuah wawancara.
Lilly mengakui bahwa kebahagiaannya akan menjadi sempurna bila ia mempunyai keluarga besar. “Saya ingin punya enam 6 orang anak,” jelasnya. Saat ini ia tinggal bersama pasangannya, Norman Kali, asisten produser film Lost, dan anak lelaki mereka, Kahekili Kali, yang lahir di Hawaii 3 tahun yang lalu. Lilly menambahkan bahwa kehadiran anak membuat hidupnya seimbang. “Ketika saya merasa tertekan, kehadiran pasangan dan anak serta cinta yang ada di antara kami membuat segalanya kembali kepada prespektif semula”.
The Squickerwonkers adalah perwujudan mimpinya. Ide menulis buku ini muncul saat ia berusia 14 tahun. Buku cerita fantasi yang ia tulis untuk anak-anak tersebut, akhirnya berhasil diluncurkan pada tahun 2013. Berkisah tentang keluarga orang buangan, dengan masing-masing tokoh cerita mewakili sifat tertentu. Tidak sedikit orang mengkategorikan cerita ini tidak biasa, dihadirkan dalam bentuk narasi yang berirama, dihiasi ilustrasi yang penuh warna dan begitu indahnya.
Banyak orang memuji hasil karyanya sebagai sesuatu yang beda dan berani dan penuh imajinasi. Ilustrasi yang mendominasi memang ide yang ia cetuskan agar anak-anak benar-benar dapat menikmati buku ceritanya juga berani berfikir di luar kebiasaan. Kecintaan Lilly pada anak-anak tidak berhenti sampai di situ, ia melakukan story telling dan menyediakan website squickerwonkers, agar anak-anak dapat terlibat dan menikmati karyanya secara interaktif. Lilly memang begitu aktif, ia merencanakan untuk membuat 18 seri buku The Squikerwonkers ini.
Meski sedang mengejar passion-nya di dunia tulis menulis, Lilly tidak lantas meninggalkan dunia peran. Saat ini ia sedang menyelesaikan sebuah lakon dalam Marvel film: “Ant Man.” Selain memberikan peran, perusahaan film besar ini menerima pendapat dan masukan Lilly dalam proses pembentukan karakter tokoh Janet Van Dyne, yang diperankannya.
Lagi-lagi peran wanita yang kuat dan pemberani? Peran ini nampaknya sulit dipisahkan dan menempel dengan baik pada diri Lilly, wanita yang memang kuat, cerdas dan berani dalam kehidupan nyata.